HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan AS-Israel Picu Kelangkaan Obat di Iran, Fasilitas Farmasi Terdampak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Serangan AS-Israel Picu Kelangkaan Obat di Iran, Fasilitas Farmasi Terdampak
Foto: (Sumber: Penampakan sebuah toko yang hancur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Iran, Selasa (14/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.)

Pantau - Sejumlah apotek di Iran mengalami kelangkaan obat-obatan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel menghantam puluhan fasilitas farmasi di berbagai wilayah sejak Februari 2026.

Fasilitas Farmasi Diserang, Obat Semakin Langka

Otoritas Iran menyebut sekitar 25 fasilitas farmasi, termasuk pabrik obat kanker, penyakit kardiovaskular, anestesi, hingga Institut Pasteur Teheran, menjadi sasaran serangan.

Apoteker di Teheran, Dr. Pejman Naim, mengatakan dampak serangan membuat ketersediaan obat semakin menipis di pasaran.

“Beberapa obat, seperti untuk diabetes dan penyakit kardiovaskular, sangat langka di pasaran. Obat-obatan ini sebenarnya sudah terbatas selama perang, dan warga kesulitan mendapatkannya baik sebelum maupun selama konflik. Kini, kelangkaannya semakin parah,” ungkapnya.

Ia menambahkan kondisi masih dapat dikelola meski tekanan terhadap sektor kesehatan meningkat.

Pemerintah Buka Hotline dan Upaya Distribusi

Pemerintah Iran membuka layanan hotline untuk membantu masyarakat mencari informasi ketersediaan obat dan lokasi apotek yang masih memiliki stok.

Para apoteker juga membangun jaringan informasi untuk saling berbagi data demi membantu pasien mendapatkan obat yang dibutuhkan.

“Perang berdampak sangat merusak, termasuk terhadap apotek. Penjualan obat anjlok, sementara harga melonjak sehingga warga kesulitan membeli obat penting,” ujarnya.

Selain itu, sanksi internasional turut memperburuk kondisi karena membuat obat impor dan bahan baku semakin sulit diperoleh.

Pemerintah Iran sebelumnya menyebut serangan terhadap fasilitas farmasi sebagai kejahatan perang.

Penulis :
Aditya Yohan