Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Duh, Warga AS di China Diserang Suara Misterius

Oleh Widji Ananta
SHARE   :

Duh, Warga AS di China Diserang Suara Misterius

Pantau.com - Warga Amerika Serikat, yang bekerja di konsulat negaranya di China, dilaporkan mendengar suara tidak lazim dan mengalami tekanan, yang menyebabkan cedera otak ringan.

Kedutaan AS mengeluarkan peringatan kesehatan untuk warganya yang tinggal di China. Mereka menghubungkan kejadian itu dengan masalah kesehatan petugas pemerintah AS di Kuba sejak akhir 2016.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan AS prihatin dengan peristiwa tersebut dan membahasnya dengan Penasihat Negara China, yang sedang berkunjung, Wang Yi.

Baca juga: Nah Lho... Donald Trump Dilarang Blokir Netizen yang Mengkritiknya di Twitter

"Kami memberi tahu China tentang yang terjadi sejauh yang kami ketahui dan mereka menanggapi dengan tepat," kata Pompeo dalam jumpa pers dengan Wang.

"Kami bekerja sama untuk menyelesaikannya. Saya harap kami dapat mengetahuinya," kata Pompeo.

Sebelumnya, dia mengatakan kepada Kongres bahwa insiden di China "secara medis serupa" dengan yang diderita oleh para diplomat AS di Kuba.

Wang, berbicara melalui penerjemah, mengatakan Beijing sedang menyelidiki insiden itu, menambahkan bahwa pihaknya belum menemukan organisasi atau individu mana pun yang membawa pengaruh sonik semacam itu.

Baca juga: Pertemuan Bersejarah Trump-Kim Masih Samar, China Berikan Suara

"Kami tidak ingin melihat bahwa kasus individu ini akan diperbesar, diperumit atau bahkan dipolitisasi. Kami berharap orang-orang tidak akan mengasosiasikannya dengan hal-hal yang tidak perlu lainnya," demikian dia mengingatkan.

Warga AS yang tidak disebutkan namanya, yang ditugaskan ke konsulat di kota selatan Guangzhou telah melaporkan berbagai gejala fisik yang bermula dari akhir 2017 hingga April tahun ini. Staf tersebut dikirim ke Amerika Serikat untuk evaluasi lebih lanjut. "Temuan klinis dari evaluasi ini cocok dengan cedera otak traumatis ringan," pernyataan kedutaan.

Pompeo mengatakan kelompok kesehatan menuju Guangzhou untuk menyelidiki kejadian itu.

Penulis :
Widji Ananta