
Pantau - Penyanyi Afgan merilis lagu terbaru berjudul "Kacamata" sebagai single pembuka untuk album barunya yang bertajuk Retrospektif, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada November 2025.
Lagu "Kacamata" disebut Afgan sebagai representasi dari era musik pop yang selama ini menjadi ciri khas kariernya.
"Secara simbolis, lagu ini sangat tepat untuk membuka album, karena saya dikenal dengan kacamata dan lagu pop," ungkapnya.
Album Retrospektif dibuat sebagai perjalanan kembali ke akar musiknya, yaitu musik pop Indonesia.
Afgan menyatakan bahwa lagu-lagu dalam album ini kemungkinan akan mengingatkan penggemar pada karya-karya lamanya.
Kolaborasi Musikal dan Proses Kreatif
Lagu "Kacamata" dikerjakan bersama Iqbal Siregar yang membawa ide awal untuk melodi bagian refrein, kemudian dikembangkan menjadi lagu utuh hanya dalam waktu dua jam.
Petra Sihombing berperan sebagai produser sekaligus komposer dalam proses pembuatan lagu ini.
Kamga Mo turut terlibat sebagai komposer tambahan serta pengarah vokal.
Proses rekaman vokal lagu ini diselesaikan dalam waktu setengah hari, sementara seluruh proses produksi berlangsung sekitar dua bulan.
Afgan menjelaskan bahwa lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang rela mengubah diri dan sudut pandangnya demi cinta, namun akhirnya menyadari bahwa pengorbanan itu sia-sia.
"Lagu ini pengingat buat kita semua, ketika galau jangan sampai kehilangan diri sendiri," ia menuturkan.
Afgan juga mengatakan bahwa "Kacamata" memiliki ritme ringan dan lirik yang mudah diingat agar bisa membuat pendengar merasa lebih baik.
"Membuat kita bisa menertawakan kegalauan diri sendiri serta menyadari bahwa hidup tidak akan selamanya berat. Lagu ini menjadi ajakan untuk menikmati hidup dengan segala suka dukanya," jelasnya.
Visual Simbolis dan Perjalanan Album
Video musik "Kacamata" disutradarai oleh Shadtoto Prasetio dan menampilkan Afgan bersama Yuki Kato dalam permainan catur.
Permainan catur dalam video musik tersebut dijadikan simbol perjalanan cinta yang penuh strategi dan pertimbangan.
Album Retrospektif menjadi karya penuh pertama Afgan dalam tujuh tahun terakhir yang seluruhnya berisi lagu-lagu berbahasa Indonesia.
Dua album terakhir Afgan sebelumnya lebih berfokus pada lagu-lagu berbahasa Inggris.
Proses pembuatan album dimulai di Ubud, Bali, pada Februari 2025, di mana Afgan bersama Petra Sihombing dan Kamga Mo menulis enam lagu selama lima hari.
Penulisan lagu kemudian dilanjutkan di Jakarta pada April 2025.
Album ini diharapkan dapat menjadi refleksi musikal dari perjalanan panjang Afgan di industri musik Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick
- Editor :
- Tria Dianti








