Pantau Flash
HOME  ⁄  Hiburan

Film ‘Jumbo’ Pecahkan Rekor Sepanjang Masa, Industri Perfilman Indonesia 2025 Raup Triliunan Rupiah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Film ‘Jumbo’ Pecahkan Rekor Sepanjang Masa, Industri Perfilman Indonesia 2025 Raup Triliunan Rupiah
Foto: (Sumber: Amel Carla berpose bersama ikon film Jumbo. ANTARA/HO-Gushcloud.)

Pantau - Industri perfilman Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan pesat dengan perputaran modal yang ditaksir menembus angka triliunan rupiah, didorong kematangan ekosistem dan meningkatnya jumlah penonton di berbagai genre.

Transformasi ini sekaligus mengakhiri dominasi satu genre tertentu dan mengukuhkan film lokal sebagai pemimpin pasar domestik.

‘Jumbo’ dan ‘Agak Laen’ Pimpin Box Office

Sektor animasi mencatat kejutan terbesar lewat film Jumbo karya Ryan Adriandhy, yang berhasil memecahkan rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 10.233.002 penonton, melampaui KKN di Desa Penari.

Dengan rata-rata harga tiket Rp50.000, pendapatan bruto Jumbo diperkirakan mencapai Rp512 miliar.

Kesuksesan ini membuka peluang besar bagi sektor animasi lokal sebagai aset ekonomi strategis yang memiliki masa simpan panjang dan potensi ekspansi lintas sektor.

Film komedi juga tetap menjadi favorit, dibuktikan lewat Agak Laen: Menyala Pantiku! dari grup siniar Agak Laen yang meraih 9.058.670 penonton, dengan estimasi pendapatan bruto sekitar Rp450 miliar.

Film ini memanfaatkan kekuatan komunitas penggemar dan strategi pemasaran lintas platform digital yang efektif menjangkau penonton dari berbagai daerah.

Penonton 2025 lebih selektif, cenderung memilih film yang terasa dekat secara emosional, namun tetap memenuhi standar teknis tinggi.

Horor Lokal Ungguli Film Asing, Penonton Kian Percaya

Genre horor lokal terbukti masih kuat di pasar domestik, dengan Pabrik Gula mencatat 4.726.760 penonton, mengungguli The Conjuring: Last Rites yang memperoleh 3.478.416 penonton.

Film horor lainnya seperti Petaka Gunung Gede (3.242.843), Jalan Pulang (2.879.216), serta Kang Solah From Kang Mak x Nenek Gayung (2.507.452) menunjukkan bahwa kepercayaan penonton terhadap karya horor lokal terus meningkat.

Film bergenre lain seperti Sore: Istri Dari Masa Depan dan Komang juga bersaing ketat dengan film internasional, menandakan kualitas film nasional mampu berkompetisi secara komersial.

Tantangan: Kegagalan Animasi dan Oscar

Meski animasi Jumbo sukses besar, film animasi lain seperti Merah Putih One For All justru gagal total, hanya meraih 2.492 penonton dengan skor Cinepoint Flash 2.2 dari 10.

Kegagalan ini menunjukkan bahwa hype tinggi tak cukup tanpa kualitas isi yang memadai.

Penonton kini lebih kritis dan cepat mengenali kelemahan logika cerita dan karakter, sehingga sineas diimbau untuk tidak menyalin mentah formula asing tanpa mempertimbangkan relevansi lokal.

Film Sore: Istri dari Masa Depan gagal masuk nominasi Oscar kategori Best International Feature Film, menjadi pelajaran penting bahwa promosi global dan strategi distribusi internasional sangat krusial selain kualitas artistik.

Peran Pemerintah dan Harapan Industri ke Depan

Pemerintah berperan aktif melalui regulasi, insentif produksi skala besar, serta perlindungan HAKI dari pembajakan, yang membuat film lokal tetap dominan di layar bioskop nasional.

Ke depan, pemerintah mengajak para sineas untuk menyusun proyeksi dan target industri bersama.

"Kolaborasi antara sineas kreatif, investor berani, dan pemerintah suportif adalah kunci agar film Indonesia dapat menjadi kebanggaan nasional," ujar perwakilan industri.

Penonton dalam negeri sudah menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap film yang diproduksi dengan baik.

Kini saatnya pelaku industri menjawab dengan karya yang kuat dan mampu memenuhi ekspektasi pasar yang semakin dewasa.

10 Besar Box Office Indonesia 2025 (Data Cinepoint)

Jumbo (animasi): 10.233.002

Agak Laen: Menyala Pantiku! (komedi): 9.058.670

Pabrik Gula (horor): 4.726.760

The Conjuring: Last Rites (horor - internasional): 3.478.416

Petaka Gunung Gede (horor): 3.242.843

Sore: Istri Dari Masa Depan (romantis sci-fi): 3.119.896

Avatar: Fire And Ash (sci-fi - internasional): 3.036.773

Komang (romantis): 3.002.303

Jalan Pulang (horor): 2.879.216

Kang Solah From Kang Mak x Nenek Gayung (horor komedi): 2.507.452

Penulis :
Gerry Eka