
Pantau - Ratusan keluarga sandera Israel memadati depan kediaman Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu di Yerusalem Barat, Senin (18/11/2024). Mereka menuntut pemerintah segera melakukan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas di Gaza.
“Akiri perang. Tukar sandera sekarang juga,” dan “Sandera tidak akan bertahan hingga musim dingin berikutnya,” demikian isi spanduk yang mereka angkat, mengutip Anadolu.
Dalam pernyataan resmi, penyelenggara aksi memperingatkan, “Sandera tidak akan mampu bertahan dalam dinginnya terowongan Gaza.”
Desakan ini kian gencar setelah pihak keluarga dan oposisi menuduh Netanyahu menghambat negosiasi dengan Palestina. Mereka menilai pemerintah lebih mementingkan operasi militer daripada nyawa sandera.
Jumlah Sandera dan Situasi Negosiasi
Otoritas Israel memperkirakan sekitar 101 orang masih menjadi sandera Hamas di Gaza. Sebagian diyakini tewas akibat serangan udara tanpa pandang bulu di wilayah padat penduduk tersebut.
Baca juga: Mossad Peringatkan Kesepakatan Pertukaran Sandera Kian Menipis
Upaya mediasi yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Mesir, dan Qatar hingga kini belum berhasil menciptakan kesepakatan gencatan senjata atau pertukaran tahanan.
Namun, Washington optimis bahwa pembunuhan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, oleh Israel pada 18 Oktober bisa membuka jalan bagi kemajuan negosiasi.
Hamas menegaskan konflik hanya akan berakhir jika Israel menghentikan serangan militernya di Gaza. Hingga kini, operasi militer tersebut telah menewaskan hampir 43.800 warga sejak Oktober 2023.
Gaza di Ambang Kehancuran
Blokade yang masih berlangsung telah melumpuhkan wilayah Gaza. Hampir seluruh populasi terpaksa mengungsi, sementara kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan semakin sulit didapatkan.
Israel kini menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya di Gaza. Tragedi kemanusiaan ini terus menuai kecaman global, sementara keluarga sandera menanti keajaiban di tengah konflik yang tak kunjung reda.
- Penulis :
- Khalied Malvino
- Editor :
- Muhammad Rodhi





