
Pantau - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Risetdan Teknologi (Kemendikbudristek) merestorasi sederet film lawas Indonesia dari format seluloid ke digital untuk menyelamatkan materi sinema nasional.
“Film ini menjadi penanda penting perkembangan industri sineas Indonesia yang tetap relevan hingga kini dan memberikan inspirasi ke pegiat sinema sekarang.” kata Ahmad Mahendra selaku Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek.
Berikut adalah tahapan restorasi film:
- Prarestorasi
Riset, kurasi dan assessment terhadap koleksi film.
- Restorasi
Pembersihan dan reparasi fisik master film serta digitalisasi.
- Pasca restorasi
Koreksi warna, restorasi digital untuk suara, serta digital film mastering
Adapun manfaat restorasi adalah sebagai berikut:
- Mengembalikan kualitas arsip film sedekat mungkin dengan kualitas awalnya
- Memudahkan generasi muda mengakses film lawas
- Menyelamatkan arsip yang tersimpan dalam kondisi nyaris punah dan tidak lengkap.
Oleh karena itu, berikut deretan film yang direstorasi berdasarkan data Kemendikbudristek per 15 Desember 2023.
Darah dan Doa
Sutradara: Usmar Ismail
Tahun produksi: 1950
Tahun restorasi: 2013
Sinopsis singkat: Perjalanan Divisi Siliwangi dari Yogyakarta menuju Jawa Barat
Pagar Kawat Berduri
Sutradara: Asrul Sani
Tahun produksi: 1961
Tahun restorasi: 2017
Sinopsis singkat: Pejuang Indonesia yang tertawan Belanda berupaya mencari informasi.
Bintang Ketjil
Sutradara: Wim Umboh dan Misbach Yusa Biran
Tahun produksi: 1963
Tahun restorasi: 2018
Sinopsis singkat: Perjalanan dua anak ke kebun binatang tanpa didampingi orang tua.
Dr. Samsi
Sutradara: Ratna Asmara
Tahun produksi: 1952
Tahun restorasi: 2023
Sinopsis singkat: Perjalanan emosional seorang dokter yang merawat anak hasil hubungan gelapnya.
Kereta Api terakhir
Sutradara: Mochtar Soemodimedjo
Tahun produksi: 1981
Tahun restorasi: 2019
Sinopsis singkat: Perjuangan TNI Siliwangi menghadapi pelanggaran Perjanjian Linggardjati Belanda.
- Penulis :
- Latisha Asharani








