Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Angin Duduk: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Oleh Latisha Asharani
SHARE   :

Angin Duduk: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Foto: Ilustrasi (Freepik)

Pantau – Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan aksi heroik seorang sopir taksi yang sedang berusaha menolong rekannya. Diduga terkena angin duduk, sopir taksi tersebut langsung mengoleskan minyak angin ke seluruh tubuh rekannya. Banyak warganet yang mengapresiasi aksi heroiknya tersebut.

Kita semua tahu jika angin duduk sangatlah berbahaya karena dapat merenggut nyawa siapapun. Angin duduk adalah kondisi dimana nyeri pada bagian dada yang disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah. Selain itu, aliran darah yang membawa oksigen ke otot juga terganggu. Yuk kenali lebih jauh apa itu angin duduk!

Jenis Angin Duduk Beserta Penyebabnya

Angin duduk terjadi disebabkan oleh penyumbatan pembuluh koroner. Dan penyakit ini dapat menyerang pada usia 45 ke atas pada laki-laki atau 55 keatas untuk perempuan 

Baca juga: Waspada! Irama Jantung Lebih Banyak Diderita Wanita, Begini Gejalanya

Serangan Angin Duduk Stabil 

Biasanya dipicu oleh aktivitas fisik seperti olahraga. Tak hanya di sebabkan oleh olahraga, angin duduk juga dapat terjadi akibat, merokok, stres, makan berlebihan dan udara yang dingin.

Angin Duduk Tidak Stabil

Terjadi akibat timbunan lemak yang menghalangi aliran darah menuju jantung. Ketika pasien sudah mengonsumsi obat dan beristirahat yang cukup, tetapi besar kemungkinan nyeri pada dada akan tetap ada. Justru apabila tidak di tangani sesegera mungkin dapat menjadi serangan jantung.

Angin Prinzmetal

Biasanya terjadi akibat penyempitan arteri jantung. Angin duduk jenis ini juga dapat menyerang orang yang sedang beristirahat. Cara pecegahannya dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan.

Gejala Angin Duduk

Angin duduk bisa diawali dengan nyeri dada atau tekanan. Kebanyakan para pengidapnya akan merasakan sensasi diremas pada dada dan sesak. Ada juga yang mengatakan gejala ini seperti seseorang dengan gangguan pencernaan. Namun, pengidap lainnya tidak bisa mendeskripsikan secara spesifik.

Baca juga: Waspada! Kelainan Irama Jantung Tersembunyi saat OIahraga

Cara Pencegahan 

Angin duduk dapat menyerang kapan saja. Maka dari itu kamu bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah datangnya angin duduk, berikut diantaranya:

  • Angin duduk dapat berujung kepada kesehatan jantung. Konsumsi makanan sehat bagi jantung dapat membanttu kita untuk menjauhi angin duduk. Contohnya seperti makanan mengandung serat dan lemak tak jenuh seperti buah-buahan, ikan tuna dan minyak zaitun. 
  • Berolahraga seperti bersepeda, jalan santai dan berenang. 
  • Menjauhi makanan dengan kadar garam yang tinggi dan lemak jenuh. Contohnya seperti santan, gorengan, keju dan mentega. 

 

Cara Mengatasinya 

Pada umumnya angin duduk disebabkan oleh jantung koroner. Dokter biasanya akan memberikan resep obat yang bisa dikonsumsi penderita jantung koroner, seperti: 

Pengencer Darah 

Mencegah mengumpulnya sel darah adalah tujuan diberikannya obat ini. Contoh obat dari golongan ini adalah clopidogrel, aspirin dan ticagrelor.

Baca juga: Ini Alasan Penyakit Jantung Koroner Dapat Dicegah pada Usia 35-40 Tahun ke Atas

Nitrat

Mengkonsumsi obat dengan kandungan nitrat dapat melancarkan aliran pembuluh darah yang kaku saat mengalir menuju otot. Obat dengan jenis nitrat adalah nitrogliserin

Antagonis Kalsium

Obat ini dapat melemaskan sel-sel otot didalam dinding pembuluh darah. Selain melemaskan sel-sel otot, Antagonis Kalsium dapat melancarkan aliran darah ke jantung, termasuk mencegah angin duduk. Salah satu obat yang mengandung Antagonis Kalsium adalah diltiazem

Ada beberapa pengobatan yang dilakukan oleh dokter jantung, contohnya seperti: 

Pemasangan Ring Jantung

Bagian pembuluh darah yang menyempit dilebarkan dan dipasangi alat berupa cincin, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyempitan dan melancarkan aliran darah. 

Operasi Bypass Jantung

Prosedur ini dilakukan untuk membuat rute baru untuk aliran darah yang menyempit dan membuat pembuluh darah alternatif. Pembuluh darah ini dapat diambil dari bagian tubuh lainnya.

Laporan: Keyzia Ilunia Anatatya, Gita Andini, Siti Nazwa Aprillia

Penulis :
Latisha Asharani
Editor :
Latisha Asharani