
Pantau - Mormon, atau yang lebih tepat disebut sebagai pengikut Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (Gereja OSZA), adalah sebuah kelompok agama yang memiliki sejarah, kepercayaan, dan budaya yang unik. Seringkali disalahpahami sebagai suku, Mormon sebenarnya adalah para penganut ajaran yang dibawa oleh Joseph Smith Jr. pada abad ke-19.
Asal-Usul dan Sejarah Mormonisme
Mormonisme bermula pada tahun 1820-an di Amerika Serikat bagian utara. Joseph Smith Jr., pendirinya, mengklaim mendapatkan serangkaian wahyu dari Tuhan dan Yesus. Smith menyatakan bahwa semua agama Kristen yang ada saat itu telah rusak dan ia ditugaskan untuk memulihkan agama Kristen yang sejati.
Pada tanggal 6 April 1830, Joseph Smith secara resmi mendirikan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Istilah "Mormon" sendiri berasal dari Kitab Mormon, sebuah kitab suci yang dianggap oleh para pengikutnya sebagai catatan kuno tentang interaksi Tuhan dengan penduduk benua Amerika.
Baca juga: Mengapa Dokter Wabah di Abad Pertengahan Selalu Memakai Topeng Paruh Burung?
Kepercayaan dan Ajaran Utama
Meskipun memiliki akar dalam agama Kristen, Mormonisme memiliki beberapa perbedaan signifikan dalam teologi dan praktiknya:
- Kitab Mormon: Selain Alkitab, umat Mormon juga menjadikan Kitab Mormon sebagai kitab suci. Mereka percaya bahwa kitab ini adalah "kesaksian lain tentang Yesus Kristus" dan berisi wahyu-wahyu tambahan yang diberikan oleh Tuhan kepada nabi-nabi di benua Amerika kuno. Menurut Smith, Kitab Mormon aslinya ditulis dalam karakter yang tidak dikenal dan disebut sebagai 'bahasa Mesir yang direformasi' yang terukir di atas lempengan-lempengan emas.
- Trinitas: Umat Mormon memiliki pandangan yang berbeda tentang Trinitas7. Mereka percaya bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah tiga entitas yang terpisah, bukan satu Tuhan dalam tiga pribadi.
- Nabi dan Wahyu: Gereja OSZA percaya pada wahyu berkelanjutan dan menganggap Joseph Smith sebagai seorang nabi. Mereka juga percaya bahwa pemimpin gereja saat ini adalah seorang nabi yang menerima wahyu dari Tuhan.
- Bait Suci: Bait suci memiliki tempat khusus dalam kepercayaan Mormon. Di sana, para anggota yang memenuhi syarat dapat melakukan tata cara sakral seperti pernikahan abadi dan pembaptisan bagi orang mati.
Budaya dan Praktik Mormon
Selain ajaran-ajaran teologis, Mormonisme juga memiliki budaya dan praktik yang khas:
- Misi: Pria dan wanita muda Mormon seringkali menjalani misi sukarela selama 18-24 bulan untuk menyebarkan ajaran gereja ke seluruh dunia.
- Hukum Kesehatan: Umat Mormon mengikuti "Firman Kebijaksanaan," sebuah kode kesehatan yang melarang penggunaan alkohol, tembakau, kopi, teh, dan obat-obatan terlarang.
- Keluarga: Keluarga memiliki peran sentral dalam kehidupan Mormon. Mereka menekankan pentingnya pernikahan abadi dan membesarkan anak-anak dalam ajaran gereja.
- Poligami: Meskipun pernah menjadi praktik kontroversial di masa lalu, Gereja OSZA secara resmi meninggalkan poligami pada tahun 1890. Namun, beberapa kelompok fundamentalis Mormon masih mempraktikkannya hingga saat ini.
Kontroversi dan Kesalahpahaman
Mormonisme seringkali menjadi subjek kontroversi dan kesalahpahaman. Beberapa isu yang sering diperdebatkan meliputi:
- Pandangan tentang Trinitas: Perbedaan pandangan tentang Trinitas seringkali menjadi penghalang bagi umat Kristen tradisional untuk menerima Mormonisme sebagai denominasi Kristen yang sah.
- Kitab Mormon: Keabsahan Kitab Mormon sebagai teks suci seringkali dipertanyakan oleh kalangan di luar Mormonisme.
- Sejarah Poligami: Praktik poligami di masa lalu masih menjadi topik sensitif dan menimbulkan pertanyaan tentang moralitas dan kesetaraan gender.
Tokoh Publik Terkenal yang Berhubungan dengan Mormon
Meskipun seringkali disalahpahami, banyak tokoh publik terkenal yang merupakan anggota atau memiliki hubungan dengan kepercayaan Mormon, di antaranya:
- David Neeleman: Pendiri maskapai penerbangan JetBlue adalah seorang Mormon yang taat.
- Mitt Romney: Politisi dan mantan Gubernur Massachusetts ini adalah anggota Gereja OSZA yang aktif.
- Orrin Hatch: Senator Amerika Serikat dari Utah ini juga merupakan seorang Mormon yang dikenal.
- Stephanie Nielson: Seorang influencer dan blogger yang dikenal karena berbagi kisah inspiratif tentang keluarganya setelah mengalami kecelakaan pesawat yang tragis.
Mormonisme adalah sebuah kepercayaan yang kompleks dan seringkali disalahpahami. Dengan memahami sejarah, ajaran, budaya, dan kontroversi seputar kepercayaan ini, kita dapat memiliki apresiasi yang lebih baik terhadap keberagaman agama dan budaya di dunia ini. Terlepas dari perbedaan teologis, umat Mormon memiliki banyak kontribusi positif dalam masyarakat, seperti semangat komunitas yang kuat, penekanan pada pendidikan, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial.
- Penulis :
- Pranayla Mauli Fathiha




