
Pantau - Sisa makanan dari pesta pergantian tahun sering kali menumpuk dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika tidak ditangani dengan benar.
Dr. Samuel Choudhury, seorang dokter umum di Singapura, menekankan pentingnya penanganan sisa makanan secara hati-hati untuk mencegah keracunan makanan.
Ia menyoroti kasus nyata di mana daging ayam sisa yang dimasak ulang justru menyebabkan infeksi serius, bahkan kematian, meskipun sudah disimpan di dalam kulkas.
"Lima puluh empat orang mengalami keracunan makanan dan itu belum berakhir. Meskipun dirawat di rumah sakit, tiga orang meninggal dunia. Dan jika Anda bertanya-tanya, bagaimana ini bisa terjadi? Mereka tidak mematuhi aturan penyimpanan makanan yang aman," ungkapnya.
Pendinginan Cepat dan Pemilahan Makanan Berisiko Tinggi
Menurut Dr. Choudhury, kunci utama mencegah keracunan adalah dengan mempercepat proses pendinginan makanan matang yang tersisa.
"Kuncinya pendinginan yang cepat. Turunkan suhu hingga 21 derajat dalam dua jam dan turunkan hingga 5 derajat dalam empat jam. Total maksimal enam jam. Mendinginkan makanan dengan cepat bukan berarti anda langsung memasukkan ke dalam kulkas," ia menjelaskan.
Ia mengingatkan agar makanan tidak terus-menerus dikeluarkan dan dimasukkan kembali ke dalam kulkas.
Makanan yang sudah dikeluarkan sebaiknya langsung dikonsumsi, dan jika tidak habis, lebih baik dibuang demi mencegah risiko kontaminasi.
Beberapa jenis makanan memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan keracunan, terutama yang mengandung banyak air seperti daging, pasta, nasi, dan produk susu.
"Makanan seperti daging, pasta, dan nasi serta produk susu yang mengandung banyak air semuanya termasuk makanan berisiko tinggi," tambahnya.
Keracunan makanan merupakan kondisi medis serius yang memerlukan penanganan di rumah sakit, bukan sekadar gangguan pencernaan biasa.
Penanganan sisa makanan dengan benar dan langkah penyimpanan sederhana dapat membantu masyarakat menikmati momen pergantian tahun dengan aman dan sehat.
- Penulis :
- Gerry Eka








