
Pantau - Mengadopsi kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari terbukti bermanfaat untuk pengembangan diri, terutama dalam mendukung kesehatan mental dan fungsi otak secara keseluruhan.
Dr. Kunal Bahrani, Ketua dan Direktur Grup Neurologi di Rumah Sakit Yatharth, menjelaskan bahwa berbagai masalah umum seperti konsentrasi buruk, sering lupa, kelelahan mental, dan ketidakstabilan emosi berkaitan erat dengan cara otak didukung melalui gaya hidup harian.
“Namun, kesehatan otak dapat dibentuk oleh kebiasaan yang konsisten dan didorong oleh gaya hidup yang memengaruhi kognisi, suasana hati, dan ketahanan dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Paparan Cahaya Alami dan Fokus Tugas Satu per Satu
Salah satu kebiasaan paling sederhana yang direkomendasikan adalah mendapatkan paparan cahaya alami di pagi hari.
Cahaya alami membantu menyinkronkan ritme sirkadian, meningkatkan kewaspadaan pada siang hari, dan mendukung kualitas tidur malam.
Duduk di dekat jendela atau berjalan-jalan pagi menjadi langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi kesehatan otak.
Dalam aktivitas kerja atau belajar, Dr. Bahrani menyarankan untuk menghindari multitasking.
Multitasking memberi beban kognitif yang tinggi, mengurangi efisiensi, serta melemahkan rentang perhatian dalam jangka panjang.
“Berfokus pada satu tugas dalam satu waktu memungkinkan jaringan saraf yang terkait dengan konsentrasi dan memori untuk berfungsi lebih efektif,” jelasnya.
Untuk menanamkan kebiasaan fokus, disarankan untuk:
- Mengatur blok kerja secara terstruktur
- Memberi jeda sejenak sebelum memulai tugas
- Meminimalkan gangguan dari lingkungan sekitar
Menulis, Aktivitas Fisik, dan Tidur Berkualitas
Menulis secara rutin menjadi kebiasaan yang sangat mendukung kesehatan otak.
Kegiatan ini membantu mengatur informasi, merespons emosi, serta terbukti mampu mengurangi stres dan meningkatkan kemampuan regulasi emosi.
Gerakan fisik juga berperan penting dalam kesejahteraan mental.
Aktivitas seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan ringan meningkatkan aliran darah ke otak dan merangsang pelepasan zat kimia yang mendukung pembelajaran dan memori.
Tidur berkualitas tidak kalah penting, karena berfungsi untuk konsolidasi memori, pemrosesan emosi, dan pemulihan saraf.
Sebaliknya, pola tidur yang tidak teratur dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, motivasi rendah, dan meningkatnya sensitivitas emosional.
Istirahat Harian dan Batasan Digital Sebelum Tidur
Dr. Bahrani juga menekankan pentingnya waktu jeda harian untuk mengelola tekanan emosional dan stres.
“Praktik sederhana seperti pernapasan lambat, jeda penuh kesadaran sebelum bereaksi, atau menghabiskan waktu di lingkungan sosial yang mendukung membantu menggeser sistem saraf ke arah keadaan yang lebih tenang, meningkatkan stabilitas emosional dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Selain itu, membatasi paparan digital menjelang tidur sangat dianjurkan untuk membantu otak memulihkan rentang perhatian dan menjaga keseimbangan kognitif.
Kebiasaan-kebiasaan ini, jika diterapkan secara konsisten, dapat membentuk dasar kesehatan mental yang kuat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







