
Pantau - Departemen Kesehatan Florida menemukan kadar arsenik beracun dalam 28 dari 46 produk camilan terkenal yang beredar di pasaran, termasuk cokelat dan permen dari merek-merek besar.
Temuan ini memicu kekhawatiran serius karena paparan arsenik dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, seperti kanker dan gangguan sistem saraf.
Camilan Populer Mengandung Arsenik Berbahaya
Departemen Kesehatan Florida melakukan pengujian terhadap 46 produk camilan, yang terdiri dari cokelat, permen kenyal, dan hard candy.
Hasilnya, 28 produk ditemukan mengandung kadar arsenik tinggi yang membahayakan, terutama bagi anak-anak dan orang dewasa yang mengonsumsinya secara rutin.
Beberapa risiko kesehatan dari paparan arsenik tinggi mencakup kanker paru-paru, kulit, ginjal, kandung kemih, iritasi pada lambung dan usus, kerusakan saraf serta pembuluh darah, hingga perubahan pada kulit.
Sejumlah merek populer yang tercantum dalam daftar produk dengan kandungan arsenik tinggi antara lain Hershey’s Cookies ’N’ Creme, Kit Kat, Snickers, Skittles Original, Sour Patch Kids, Trolli Sour Brite Crawlers, serta variasi permen dari Nerds, Jolly Rancher, dan SweeTarts.
Produk lain yang juga masuk dalam daftar termasuk Dots, Laffy Taffy Banana, Tootsie Fruit Chew, Smart Sweets Karamel, dan Black Forest Gummy Bears.
Daftar Camilan yang Aman dan Tanggapan Pakar
Meskipun demikian, tidak semua produk mengandung arsenik tinggi.
Beberapa camilan dinyatakan aman berdasarkan hasil uji, seperti Cokelat Susu Hershey, Reese’s Peanut Butter Cups, Twix, Milky Way, Whoppers, M&M’s, serta produk organik dari Annie’s dan Yum Earth.
Dalam menanggapi temuan ini, pakar gizi Marion Nestle menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melindungi masyarakat dari bahaya logam berat dalam makanan.
"Kita perlu tahu tidak hanya seberapa tinggi kadar arsenik dalam satu permen, tapi juga dari makanan lain. Kapan gejala mulai muncul? Itu harus dikaji," ujarnya.
Nestle juga mengingatkan bahwa konsumen tidak memiliki akses atau kemampuan untuk menguji kandungan logam berat dalam produk makanan yang mereka konsumsi.
Imbauan untuk Konsumen dan Tindak Lanjut
Pemerintah dan lembaga pengawas pangan seperti BPOM di berbagai negara diharapkan segera menindaklanjuti temuan ini dengan memperketat pengawasan terhadap logam berat dalam produk makanan, khususnya camilan anak-anak.
Konsumen diminta untuk lebih cermat memilih produk, membaca label, serta menghindari camilan yang telah dikaitkan dengan paparan arsenik.
Kampanye kesadaran publik dan transparansi dari produsen diharapkan dapat meminimalisir risiko kesehatan jangka panjang akibat bahan berbahaya yang tidak terdeteksi sebelumnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







