Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Peneliti BRIN Temukan Bakteri di Tanah Kunyit yang Efektif Lawan Sel Kanker Payudara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Peneliti BRIN Temukan Bakteri di Tanah Kunyit yang Efektif Lawan Sel Kanker Payudara
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Seorang anak menunjukkan tanaman kunyit. ANTARA/HO.)

Pantau - Tim peneliti dari Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bakteri aktinomisetes dari tanah rhizosfer tanaman kunyit (Curcuma longa L.) yang berpotensi sebagai sumber senyawa antikanker baru.

Bakteri yang diberi kode isolat TC-ARCL7 ini menunjukkan aktivitas antikanker yang sangat kuat terhadap sel kanker payudara, namun memiliki toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal.

Potensi Antikanker dari Mikroba Sekitar Tanaman

Aniska Novita Sari, perwakilan tim peneliti, menyatakan bahwa hasil uji in vitro menunjukkan efektivitas tinggi isolat tersebut dengan nilai IC50 sebesar 0,2 µg/ml.

Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan senyawa kemoterapi doxorubicin, kurkumin murni, maupun ekstrak etanol dari kunyit.

"Temuan ini menunjukkan bahwa potensi anti-kanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat, namun mikroba yang hidup di sekitarnya juga berpotensi memiliki aktivitas yang sama dengan inangnya dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut," ungkapnya.

Selain itu, isolat TC-ARCL7 memiliki indeks selektivitas tinggi karena tingkat toksisitasnya yang sangat rendah terhadap sel normal (Vero).

Penelitian ini menunjukkan bahwa mikroba yang hidup di lingkungan sekitar tanaman obat dapat menjadi sumber senyawa bioaktif yang menjanjikan untuk pengembangan obat kanker.

Riset Lanjutan dan Kolaborasi Antar Institusi

Penelitian masih berada pada tahap awal dan memerlukan proses lebih lanjut sebelum dapat dikembangkan menjadi kandidat obat antikanker baru.

Tahapan selanjutnya mencakup pemurnian senyawa aktif, optimasi produksi metabolit, dan uji pra-klinik.

Aniska menyampaikan bahwa pendekatan berbasis mikroba ini menawarkan alternatif dalam pengembangan obat berbahan alam dengan biaya produksi yang lebih efisien dan sumber daya yang berkelanjutan.

Riset ini merupakan hasil kolaborasi antara BRIN dan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tim peneliti berhasil mengisolasi tujuh bakteri aktinomisetes dari tanah perkebunan kunyit di Karanganyar, Jawa Tengah.

Seluruh isolat diuji secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D.

Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam Journal of Applied Pharmaceutical Science Vol. 15 No. 3 dengan DOI: 10.7324/JAPS.2025.218990.

Penemuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan obat antikanker berbasis mikroorganisme lokal dari lingkungan sekitar tanaman herbal Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan