
Pantau - Rasa perih itu datang tiba-tiba. Perut terasa penuh, dada panas, tenggorokan seperti tercekik asam. Sebagian orang menyebutnya masuk angin. Sebagian lain baru sadar jika asam lambung sedang naik.
Bagi penderita GERD dan maag, momen seperti ini kerap berujung pada keputusan spontan—langsung minum obat atau herbal yang dianggap aman.
Namun, pengalaman sejumlah warganet menunjukkan, langkah cepat belum tentu tepat. Akun X @Bsuworo mengaku tidak mengalami masalah saat mengonsumsi obat herbal anti masuk angin.
“Pengalaman saya minum obat herbal anti masuk angin, apapun mereknya fine fine aja,” tulisnya.
Namun, tak sedikit yang justru merasakan efek sebaliknya.
“Pernah banget kena GERD yang awalnya ngira masuk angin trus minum herbal, busettt rasanya kayak mau gak ada aja. suakittt gila,” keluh pengguna TikTok @mukenxprvqo.
Pengalaman serupa dibagikan @dwie998. Ia mengira sakit perut di tempat kerja hanyalah keluhan ringan.
“Pas kerja perut sakit banget. saya kira masuk angin. langsung minum herbal. eh makin lama makin sakit... Udah ke klinik langsung eh tahunya asam lambung naik,” tulisnya.
Cerita-cerita itu menggambarkan satu benang merah: tidak semua keluhan lambung bisa diperlakukan sama.
Dokter: Kenali Status GERD Anda
Dokter Dimas Apriyanto melalui akun TikTok @dimas_alphiano menekankan pentingnya memahami kondisi masing-masing.
“Herbal aman buat beberapa penderita asam lambung ringan, tapi kalau kamu punya GERD aktif, sebaiknya hati-hati ya. Herbal bukan berarti selalu aman untuk semua kondisi,” jelas dr. Dimas.
Penjelasan serupa juga dimuat platform kesehatan Halodoc dalam artikel yang telah ditinjau dr. Fauzan Azhari, Sp.PD. Disebutkan, beberapa kandungan yang kerap dianggap menenangkan justru bisa memicu refluks.
Peppermint, misalnya, dapat melemaskan katup kerongkongan bagian bawah sehingga asam lambung lebih mudah naik. Kondisi ini berisiko memperparah gejala GERD seperti heartburn, rasa asam di mulut, hingga nyeri dada.
Checklist Sebelum Minum Apa Pun
Agar tidak salah langkah, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan penderita GERD atau maag:
1. Kenali Gejalanya
Jika muncul rasa panas di dada (heartburn), mulut terasa asam, mual, atau sering bersendawa, itu bisa menjadi tanda GERD, bukan sekadar kembung biasa.
2. Periksa Kandungan Produk
Bahan seperti peppermint, jahe dalam jumlah besar, atau zat bersifat asam dapat memicu produksi asam lambung pada sebagian orang.
3. Hindari Perut Kosong
Mengonsumsi obat atau herbal saat lambung kosong dapat meningkatkan iritasi.
4. Evaluasi Pola Makan
Makanan pedas, berlemak, kopi, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan merupakan pemicu umum refluks asam.
5. Konsultasi Jika Memburuk
Jika nyeri tak kunjung membaik atau semakin berat, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi.
Keluhan lambung memang sering terasa “biasa”. Namun bagi penderita GERD dan maag, satu keputusan kecil bisa berdampak besar. Sebelum meneguk apa pun, mengenali sinyal tubuh adalah langkah pertama untuk melindungi diri.
- Penulis :
- Khalied Malvino







