Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Mahasiswa Indonesia Ikuti Perayaan Imlek di Kereta Mudik China dan Suguhkan Pertunjukan Gitar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mahasiswa Indonesia Ikuti Perayaan Imlek di Kereta Mudik China dan Suguhkan Pertunjukan Gitar
Foto: (Sumber: Gerbong di kereta D138 tempat "Gala Festival Musim Semi Kereta Api" diadakan. ANTARA/Xinhua/Chen Zhuzuo.)

Pantau - Seorang pemuda Indonesia mengikuti perayaan Imlek dalam arus mudik tahunan terbesar di dunia atau "chunyun" di atas kereta cepat D138 dari Nanchang menuju Beijing, China, yang berlangsung meriah dan penuh nuansa persahabatan.

Berita diterbitkan pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 09.53 WIB dengan waktu baca 3 menit.

Peristiwa tersebut terjadi di Nanchang, China, saat Wilbert Tanjaya, mahasiswa Indonesia di East China Jiaotong University, Provinsi Jiangxi, mengikuti perjalanan mudik Imlek yang disebut sebagai pengalaman tak terlupakan.

Kereta D138 berangkat pada 10 Februari yang disebut "xiaonian" dan dianggap sebagai dimulainya perayaan Imlek di China.

Gala Imlek di Dalam Kereta

Kereta D138 pada tahun ini mengundang para mahasiswa mancanegara untuk bergabung dalam gala bergerak di dalam kereta yang telah diselenggarakan sejak 2008 dan biasanya dipentaskan oleh staf kereta yang masih muda.

Wilbert bersama mahasiswa dari Indonesia, Rusia, Gabon, Maroko, dan negara lainnya mengucapkan "selamat tahun baru" dalam bahasa masing-masing negara.

Wilbert menyuguhkan pertunjukan gitar yang disambut tepuk tangan dari penumpang dan staf kereta.

Ia mengatakan, "Kereta dapat disulap menjadi panggung saat Imlek. Ini adalah hal yang luar biasa!"

Selain tampil, Wilbert juga mempromosikan makanan khas kampung halamannya yaitu rendang sapi kepada para penumpang lokal.

Promosi tersebut memberi kesan eksotik dalam perayaan Imlek dan mencerminkan kerinduannya terhadap Indonesia.

Hu Qin selaku kepala staf D138 mengatakan para pemuda mancanegara menambah rasa keterbukaan dalam perayaan Imlek tahun ini sehingga suasana menjadi semakin hangat.

Li Yuzhuo yang sedang mudik ke Provinsi Liaoning mengatakan, "Kami bergegas mudik untuk berkumpul dengan keluarga tercinta pada festival terpenting ini, dan saya melihat pemuda Indonesia ini juga sangat rindu pada kampung halamannya. Ternyata ada kesamaan dalam emosi manusia tentang kasih sayang terhadap keluarga dan tanah air, terlepas dari bedanya negara dan kawasan asal mereka,".

Cerita Imlek Indonesia di Atas Kereta

Adriana Zahra Putri Gunawan, rekan Wilbert dari Indonesia, turut menyanyikan lagu berbahasa Mandarin yang judulnya berarti Merantau Jauh Hanya Untuk Bertemu Denganmu.

Adriana mengatakan, "Walaupun saya masih kurang fasih berbahasa Mandarin, yang terpenting adalah berpartisipasi dalam perayaan yang menyenangkan ini, dan sepertinya hati saya menjadi lebih dekat dengan hati rakyat China,".

Saat berbincang dengan penumpang, Adriana juga menceritakan pengalamannya merayakan Imlek di Indonesia.

Ia mengatakan, "Ada banyak hal yang sama atau mirip di sini, seperti mendoakan yang terbaik bagi teman dan kerabat dan memberikan angpao,".

Adriana juga menyampaikan, "Indonesia kini juga ada kereta cepat, yaitu Whoosh. Mudah-mudahan suatu hari, saya dapat menghadirkan "gala Imlek" ini ke gerbong Whoosh,".

Penulis :
Aditya Yohan