
Pantau - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri menyikapi travel warning yang dikeluarkan Korea Selatan terkait keamanan wisata di Bali.
“Saya pikir kita akan koordinasi terus dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ya. Dan tentu pendekatan diplomatik juga kami terus lakukan koordinasi dengan pemerintah di sana dan utamanya dengan Kemlu,” ujar Ni Luh di Jakarta, Sabtu.
Ia menegaskan hingga saat ini kunjungan wisatawan asal Korea Selatan ke Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan.
Travel Warning Soroti Keamanan Wisata
Peringatan perjalanan dari Korea Selatan dikeluarkan pada 1 April 2026 melalui situs resmi Kedutaan Besar Korea Selatan.
Peringatan tersebut mengimbau warga Korea Selatan untuk berhati-hati saat berkunjung ke Bali karena adanya kasus kejahatan serius yang menargetkan warga negara asing.
Beberapa wilayah yang disorot antara lain Jimbaran, Seminyak, dan Canggu dengan jenis kejahatan seperti pembunuhan, penculikan, dan pelecehan seksual.
Otoritas Korea Selatan juga menilai lonjakan kunjungan wisata belum sepenuhnya diimbangi sistem keamanan, khususnya terkait kejahatan transnasional.
Pemerintah Pastikan Wisata Tetap Aman
Ni Luh berharap jumlah wisatawan Korea Selatan tetap terjaga meskipun adanya travel warning tersebut.
“Itu kami harapkan pasti terus bisa berkuat, pasti terus bisa terjaga gitu ya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya memastikan kondisi keamanan di Bali tetap aman dan kondusif bagi wisatawan.
Ia menegaskan kepolisian terus bekerja maksimal untuk memberikan perlindungan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








