
Pantau - Yayasan Bubuara Jelekong Indonesia menggelar acara budaya Ngabaladahan di Kampung Seni Jelekong, Baleendah, Bandung Selatan, dengan menampilkan 112 karya seniman lokal.
Ketua YBJI Arya Sudradjat mengatakan, "Kita punya sejarah panjang, mulai dari lukisan gua di Sulawesi hingga perkembangan Kampung Jelekong sejak 1970-an yang dipelopori Abah Odin,".
Istilah Ngabaladahan merujuk pada proses awal mengolah kanvas kosong dalam seni lukis yang juga dimaknai sebagai praktik seni komunal berbasis kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gagasan Jelekongism untuk mengangkat tradisi visual Nusantara.
Jelekong sendiri telah berkembang dari masyarakat agraris menjadi komunitas pelukis mandiri dengan teknik khas seperti sebring, beludru, dan spon.
Salah satu karya unggulan adalah lukisan kolektif berukuran 11 x 4 meter yang dikerjakan oleh 60 pelukis lokal.
Para seniman juga menggunakan media tidak konvensional seperti karung terigu daur ulang dalam proses berkarya.
Pendiri YBJI Susrinah Sanyoto menyebut upaya ini bertujuan membawa seniman Jelekong ke pasar nasional dan internasional.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas karya untuk meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan pelukis.
Jelekong dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang mencakup kuliner lokal, pertunjukan wayang golek, dan produksi alat lukis.
YBJI juga mengembangkan program residensi serta pelatihan melukis bagi wisatawan.
Penghargaan turut diberikan kepada maestro pelukis Jelekong termasuk Abah Odin.
Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari dan demonstrasi melukis sebagai bagian dari promosi budaya lokal.
- Penulis :
- Gerry Eka








