
Pantau - Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) menantang pihak yang menolak proyek Ibu Kota Negara (IKN) untuk berdebat dengannya.
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menduga adanya misi terselubung di balik gencarnya OSO membela proyek IKN.
"Mungkin juga terkait dengan cawe-cawe agar punya prospek bisnis, kita kan enggak tahu," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: OSO Sesumbar Capres yang Didukung Selalu Menang
Terlepas dari kepentingan OSO, Ujang menilai, tantangan debat terbuka akan sukses dalam menyedot perhatian publik. Pasalnya, tak sedikit pihak yang masih menentang keras pembangunan proyek tersebut.
Ujang meminta agar OSO lebih objektif melihat polemik pembangunan IKN dalam perspektif masyarakat luas. Apalagi, proyek ini disinyalir menghabiskan biaya hingga 466 triliun rupiah.
"Jangan bisanya hanya sekadar menyanjung apa yang dilakukan pemerintah, tapi mengkritisi juga penting sebagai bagian dari check and balances yang dilakukan parpol," tutupnya.
Baca Juga: Rusia Kembali Tawarkan Pembangunan Teknologi Nuklir di IKN Nusantara
Sebelumnya, dalam peringatan HUT Partai Hanura, OSO menantang pihak-pihak yang menolak pembangunan IKN di Kalimantan Timur untuk debat terbuka.
"Baru berdialog kepada orang-orang enggak jelas, coba sama saya, undang TV, kita lawan, ngomong dari hati ke hati. Hati mana yang busuk hati mana yang jelas," tegas OSO, Rabu (21/12/2022).
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menduga adanya misi terselubung di balik gencarnya OSO membela proyek IKN.
"Mungkin juga terkait dengan cawe-cawe agar punya prospek bisnis, kita kan enggak tahu," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: OSO Sesumbar Capres yang Didukung Selalu Menang
Terlepas dari kepentingan OSO, Ujang menilai, tantangan debat terbuka akan sukses dalam menyedot perhatian publik. Pasalnya, tak sedikit pihak yang masih menentang keras pembangunan proyek tersebut.
Ujang meminta agar OSO lebih objektif melihat polemik pembangunan IKN dalam perspektif masyarakat luas. Apalagi, proyek ini disinyalir menghabiskan biaya hingga 466 triliun rupiah.
"Jangan bisanya hanya sekadar menyanjung apa yang dilakukan pemerintah, tapi mengkritisi juga penting sebagai bagian dari check and balances yang dilakukan parpol," tutupnya.
Baca Juga: Rusia Kembali Tawarkan Pembangunan Teknologi Nuklir di IKN Nusantara
Sebelumnya, dalam peringatan HUT Partai Hanura, OSO menantang pihak-pihak yang menolak pembangunan IKN di Kalimantan Timur untuk debat terbuka.
"Baru berdialog kepada orang-orang enggak jelas, coba sama saya, undang TV, kita lawan, ngomong dari hati ke hati. Hati mana yang busuk hati mana yang jelas," tegas OSO, Rabu (21/12/2022).
- Penulis :
- Aditya Andreas









