
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa beberapa negara, termasuk Jepang dan Malaysia, saat ini sedang mengalami kekurangan beras, dengan lonjakan harga yang signifikan.
Harga beras di Jepang tercatat hampir menyentuh Rp100.000 per kilogram atau sekitar Rp93.000/kg, sementara Malaysia hanya mampu memenuhi 40–50% dari kebutuhan beras dalam negerinya.
Permintaan Impor Masuk, RI Masih Tahan Ekspor
Menteri Pertanian Jepang dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia pada 29 April untuk membahas krisis beras yang dihadapi negaranya.
Sementara itu, Malaysia telah lebih dulu meminta bantuan kepada Indonesia untuk mengimpor beras guna mengamankan pasokan domestik.
Namun, Menteri Amran menyatakan bahwa Indonesia belum dapat menyanggupi permintaan ekspor karena pemerintah harus lebih dulu memastikan cadangan dalam negeri tetap kuat.
Kondisi iklim yang tidak menentu menjadi alasan utama kehati-hatian pemerintah dalam menjaga stabilitas stok beras nasional.
Stok Tertinggi Sepanjang Sejarah, Target Naik di Mei
Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Perum Bulog telah mencapai 3,3 juta ton — angka yang disebut sebagai tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Amran menargetkan stok CBP akan terus meningkat dan mencapai 4 juta ton pada bulan Mei 2025.
Ia memperkirakan pada 1 Mei nanti, stok akan berada di kisaran 3,5 hingga 3,7 juta ton, dan terus naik seiring panen serta kebijakan penyerapan dalam negeri.
Dengan kondisi ini, Indonesia memilih untuk fokus mengamankan kebutuhan nasional terlebih dahulu sebelum membuka opsi ekspor ke negara lain.
- Penulis :
- Gian Barani








