
Pantau - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyatakan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit II di Sumatera Selatan akan mulai beroperasi secara komersial pada Juni 2025.
PLTP Lumut Balai Unit II memiliki kapasitas sebesar 55 megawatt (MW) dan menjadi bagian dari komitmen PGE dalam mempercepat transisi energi melalui pemanfaatan energi panas bumi.
Pengoperasian pembangkit ini merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi panas bumi Indonesia yang diperkirakan mencapai 24 gigawatt (GW).
Saat ini, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia baru mencapai sekitar 12 persen atau setara dengan 2,6 GW.
Geothermal Jadi Solusi Energi Terbarukan di Wilayah Tertentu
PGE juga tengah menyelesaikan beberapa proyek panas bumi lainnya yang dijadwalkan segera memasuki tahap commercial operation date (COD).
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencanangkan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai "Geothermal Island" karena potensi panas buminya yang sangat besar.
Energi panas bumi dinilai sebagai satu-satunya sumber energi terbarukan yang layak menggantikan diesel di Flores, mengingat kondisi geografisnya yang tandus dan panas.
Pengembangan PLTA dinilai tidak cocok karena keterbatasan sumber air, sementara PLTS kurang efektif karena memerlukan lahan luas untuk menyamai kapasitas konsumsi diesel yang ada.
- Penulis :
- Balian Godfrey




