Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Batam Ajukan Empat Lokasi ke Program Kampung Nelayan Merah Putih, Harap Atasi Masalah BBM dan Infrastruktur

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

Batam Ajukan Empat Lokasi ke Program Kampung Nelayan Merah Putih, Harap Atasi Masalah BBM dan Infrastruktur
Foto: Batam Ajukan Empat Lokasi ke Program Kampung Nelayan Merah Putih, Harap Atasi Masalah BBM dan Infrastruktur(Sumber: ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Dinas Perikanan Kota Batam menyatakan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi nelayan di wilayah pulau-pulau atau hinterland Kota Batam.

Salah satu kendala utama yang dihadapi nelayan di kawasan seperti Galang dan Belakangpadang adalah keterbatasan infrastruktur, terutama ketiadaan SPBU Nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, menyampaikan bahwa keberadaan SPBU Nelayan di Pulau Galang akan sangat membantu para nelayan dalam mengakses bahan bakar minyak tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke daratan utama.

"Jika SPBU Nelayan dibangun di Galang, akan sangat membantu nelayan dalam mendapatkan BBM tanpa harus menempuh jarak jauh ke daratan utama. Keberadaan SPBU nelayan di Galang akan mengurangi beban biaya dan jarak tempuh nelayan", ujarnya.

Ajukan Empat Lokasi, Batam Tunggu Hasil Seleksi KNMP 2025

Dinas Perikanan Batam telah mengajukan empat lokasi ke KKP untuk dijadikan bagian dari program KNMP dan saat ini tengah menunggu hasil seleksi dari pemerintah pusat.

Dari sekitar 900 proposal yang masuk dari seluruh Indonesia, hanya 100 lokasi yang akan dipilih untuk pelaksanaan program tahun 2025.

Empat lokasi yang diusulkan oleh Batam adalah Tanjung Banun (Kecamatan Galang), Kampung Bagan (Sungai Beduk), Tanjung Sari, dan Sekanak (keduanya di Kecamatan Belakangpadang).

Konsep program KNMP mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti dermaga, SPBU Nelayan, pabrik es, bengkel kapal, dan bantuan alat tangkap.

Seluruh fasilitas tersebut akan terintegrasi melalui koperasi nelayan dan dikelola bersama oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) guna mendukung distribusi bantuan dan pengelolaan unit usaha.

Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir dan kepulauan.

"Usulan sudah ditutup pada awal Juni lalu untuk tahun 2025. Saat ini kita menunggu hasil seleksi. Mudah-mudahan Batam bisa masuk dan menjadi salah satu dari 100 lokasi yang terpilih", ujar Yudi.

Penulis :
Balian Godfrey