
Pantau - Guru Besar dan Ketua Senat Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Syawal Gultom, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama bagi kebangkitan bangsa, bukan infrastruktur fisik seperti gedung dan jalan.
Pernyataan ini ia sampaikan saat menerima buku karyanya berjudul "Membangun Negeri dari Sekolah" dari Penerbit Dotplus di Medan, Rabu (2/7).
"Konsep paling tua di bumi ini bukan membangun gedung, tapi membangun cara dan itulah konsep Tuhan. Manusia diberi akal untuk berpikir, dan sekolah adalah fasilitas untuk melatih itu," ungkapnya.
Meski aktif sebagai akademisi dan Guru Besar, Prof Syawal tetap produktif menulis sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Pendidikan Harus Jadi Poros Pembangunan Nasional
Buku "Membangun Negeri dari Sekolah" hadir sebagai refleksi kritis dan tawaran strategis untuk membangun masa depan bangsa melalui penguatan sistem pendidikan nasional.
Prof Syawal, yang juga mantan Rektor Unimed, menyebut bahwa arah kebijakan pendidikan Indonesia saat ini memerlukan perhatian serius agar dapat menjadi poros pembangunan nasional.
Menurutnya, pendidikan harus dikelola secara serius, dengan mutu proses belajar yang baik dan pengembangan sumber daya manusia pendidikan yang berkelanjutan.
"Kalau kita tidak fokus pada sekolah, pendidikan kita tidak dikelola secara serius, pembangunan nasional yang diharapkan akan menghadapi kendala serius. Kita punya 62 juta jiwa generasi masa depan, saat ini sebagai siswa dan mahasiswa, kalau arah pendidikannya tidak diurai dengan tepat, generasi masa depan akan sulit diandalkan untuk membangun bangsa seperti yang diharapkan," paparnya.
Ia menekankan perlunya pemimpin pendidikan yang mampu menata ulang arah pembangunan sektor pendidikan secara menyeluruh.
Prof Syawal juga mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjadikan sekolah sebagai pusat nilai dan integritas bangsa.
"Sekolah itu bukan tempat numpang belajar, tapi pusat kejujuran, pusat integritas, pusat menjawab permasalahan bangsa, pusat disiplin. Di situ lah masa depan ditentukan," tegasnya.
Sekolah Adalah Pusat Transformasi, Bukan Sekadar Tempat Belajar
Dalam buku tersebut, Prof Syawal menyampaikan pandangan bahwa sekolah memiliki peran besar sebagai pusat transformasi sosial, ekonomi, dan budaya, bukan sekadar lembaga pendidikan formal.
"Kalau pendidikan sungguh-sungguh dibenahi dan dijalankan secara profesional, kemajuan bangsa bukan sekadar harapan, tapi bisa diwujudkan," tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa investasi terbesar dalam pembangunan nasional bukan terletak pada sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang hanya bisa dibentuk lewat pendidikan yang bermutu, merata, dan adil.
Buku "Membangun Negeri dari Sekolah" diharapkan menjadi bacaan penting bagi masyarakat umum, terutama bagi komunitas sekolah dan para pencinta sektor pendidikan.
Peluncuran dan bedah buku dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai upaya menyebarluaskan gagasan-gagasan penting yang tertuang di dalamnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








