
Pantau - Pemerintah Provinsi Jambi membutuhkan sekitar empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru untuk memenuhi tingginya minat masyarakat Kota Jambi dalam melanjutkan pendidikan kejuruan.
Kepala Bidang SMKN Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, menyebut daya tampung SMK yang ada saat ini belum mampu menampung seluruh pendaftar.
Kapasitas Terbatas, Ribuan Pendaftar Tak Tertampung
Pada tahun ajaran ini, enam SMK di Kota Jambi menerima hampir 6.000 pendaftar, namun hanya sekitar 3.000 yang dapat diterima.
Menurut Harmonis, hal ini menunjukkan kebutuhan mendesak pembangunan sekolah baru yang berbasis keahlian teknologi informasi dan pertambangan.
Pemerintah Provinsi menilai Kota Jambi sebenarnya membutuhkan hingga 10 SMK baru untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja keahlian tertentu di dunia industri.
“Minat masyarakat sangat tinggi, tapi kapasitas kami belum memadai,” ungkapnya.
Terkendala Lahan dan Ketersediaan Guru
Pembangunan sekolah kejuruan baru menghadapi tantangan besar, terutama dalam penyediaan lahan dan tenaga pengajar.
Aturan pemerintah pusat mensyaratkan lahan minimal dua hektare untuk pendirian sekolah baru, sementara di Kota Jambi sulit menemukan lahan seluas itu.
Selain itu, membangun SMK bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal ketersediaan guru pengajar dengan spesialisasi tertentu, yang hingga kini masih terbatas.
“Persiapan guru praktik sangat penting, tapi ini tantangan tersendiri yang tidak mudah,” ujar Harmonis.
Ia menjelaskan bahwa permasalahan utama justru lebih terasa di Kota Jambi dibandingkan di kabupaten, karena keterbatasan lahan dan jumlah guru.
Total 186 SMK di Provinsi Jambi
Hingga saat ini, Provinsi Jambi memiliki total 186 SMK, terdiri dari 106 SMK negeri dan 86 SMK swasta.
Namun jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah perkotaan seperti Kota Jambi.
Harmonis menekankan pentingnya perencanaan menyeluruh dalam pembangunan SMK, termasuk menyiapkan sumber daya manusia agar siswa bisa memperoleh pendidikan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






