Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sekolah Rakyat Berasrama Diharapkan Jadi Jembatan Masa Depan 4,16 Juta Anak Putus Sekolah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Sekolah Rakyat Berasrama Diharapkan Jadi Jembatan Masa Depan 4,16 Juta Anak Putus Sekolah
Foto: Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menjawab pertanyaan pewarta seusai mendampingi Wakil Menteri P2MI Cristina Aryani meninjau kegiatan siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Ciracas, Jakarta (sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengungkapkan terdapat 4,16 juta anak putus sekolah di Indonesia yang membutuhkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Berasrama demi masa depan yang lebih cerah.

Pengunduran Diri Siswa Dinilai Bagian dari Proses Penyesuaian

Pernyataan ini disampaikan Agus Jabo saat menanggapi pertanyaan wartawan terkait lebih dari 100 anak dari berbagai daerah yang mengundurkan diri atau tidak memenuhi panggilan sebagai siswa Sekolah Rakyat tahap pertama.

"Jadi ya enggak apa-apa, semua berproses. Badan Pusat Statistik sudah menyampaikan ada sekitar 4,16 juta anak tidak sekolah, putus sekolah, belum sekolah," ujarnya setelah meninjau kegiatan siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Ciracas, Jakarta, Senin.

Data Kementerian Sosial mencatat kasus pengunduran diri siswa tersebar di enam pulau, dengan jumlah terbanyak di Sulawesi (16 sekolah, 25–35 siswa), Jawa (48 sekolah), dan Sumatera (21 sekolah).

Agus Jabo menilai pengunduran diri ini merupakan bagian dari proses penyesuaian karena beberapa siswa kesulitan beradaptasi dengan pola asrama yang berbeda dari kebiasaan di rumah.

Evaluasi dan Pergantian Siswa yang Mundur

Kementerian Sosial memastikan siswa yang mengundurkan diri akan segera digantikan, mengingat banyak anak yang membutuhkan dan tingginya minat masyarakat serta dukungan orang tua terhadap program ini.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh aspek pelaksanaan Sekolah Rakyat, termasuk proses belajar-mengajar, pola asrama, dan pemenuhan kebutuhan siswa agar tujuan program tercapai optimal.

"Sekolah Rakyat ini adalah jembatan bagi para siswa untuk mewujudkan cita-citanya. Dan ini perintah Pak Presiden supaya anak-anak Indonesia semua bisa bersekolah. Supaya mereka pintar, mereka punya karakter, mereka juga punya keterampilan," kata Agus Jabo.

Penulis :
Arian Mesa