
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri untuk mengatasi kemiskinan di daerah urban seperti Kota Batam, Kepulauan Riau, yang memiliki karakteristik sosial ekonomi berbeda dari wilayah pedesaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Batam pada tahun 2025 mencapai sekitar 68 ribu jiwa.
"Mengatasi kemiskinan itu ada beberapa hal. Pertama melalui pendidikan, kedua perlindungan dan jaminan sosial, dan ketiga pemberdayaan. Semua disesuaikan dengan karakter dan kondisi keluarga penerima manfaat," ungkap Saifullah Yusuf.
Ia mencontohkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan sejumlah industri untuk menyerap lulusan SMA dan sederajat agar langsung bisa bekerja.
"Ya bisa dengan bekerja sama dengan industri di sini. Saya dengar wali kota dan gubernur sudah membuat perjanjian kerja sama dengan industri-industri, sehingga lulusan sekolah bisa diserap industri," ia mengungkapkan.
Fokus pada Karakter Penerima dan Dukungan Spesifik
Saifullah menjelaskan bahwa dukungan sosial harus diberikan sesuai kondisi masing-masing individu, agar lebih tepat guna dan berkelanjutan.
"Jadi kalau misalnya ia usia produktif, ya mungkin yang dibutuhkan bantuan modal, bantuan keterampilan. Kalau dia usia sekolah, ya dia wajib sekolah," ujarnya.
Terkait bantuan sosial, ia memastikan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) masih terus berjalan.
Program-program tersebut kini semakin kuat dengan dukungan data dari sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
"Sekarang Indonesia menuju satu data tunggal. Pemutakhiran dilakukan setiap tiga bulan, sehingga penerima bantuan bisa berubah sesuai kondisi terbaru," jelasnya.
Pentingnya Peran Pemerintah Daerah dalam Pembaruan Data
Saifullah meminta dukungan aktif dari pemerintah daerah, termasuk hingga tingkat RT dan RW, untuk memastikan pembaruan data kemiskinan dilakukan secara berkala dan akurat.
Dengan data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor, Saifullah optimistis upaya pengentasan kemiskinan di Batam maupun daerah lain bisa dilakukan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya







