
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 7.000 ton per hari guna menjaga stabilitas harga beras di tengah masa tanpa panen raya.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, "Ada target capaian hariannya. Ini sekarang sudah di atas 3.000 ton per hari, kita target 7.000 ton per hari."
Langkah Bertahap Menuju Target Maksimal
Sudaryono menjelaskan bahwa peningkatan distribusi beras SPHP dilakukan secara bertahap, dimulai dari 2.000 ton per hari, naik menjadi lebih dari 3.000 ton per hari, dan akan terus ditingkatkan hingga 7.000 ton per hari.
"Target 7.000 per hari ini kan naik terus tiap hari. Mulai dari awalnya 2.000 ton per hari, sekarang sudah 3.000 sekian, terus kita tingkatkan terus," ujarnya.
Ia menegaskan distribusi beras SPHP sangat penting di masa tidak ada panen raya untuk menstabilkan harga di pasaran.
"Di masa sekarang ini, dimana masa sekarang tidak ada panen, ini penting untuk penstabilan harga. Ini kan sebetulnya siklus biasa tahunan, siklusnya selalu ada dan kita harus lebih siap," ungkapnya.
Menurutnya, kesiapan pemerintah mencapai target distribusi ini didukung oleh cadangan beras nasional yang memadai.
"Kenapa kita harus lebih siap. Dan kita siap saat ini karena kita punya cadangan berasnya," ujar Sudaryono.
Penyaluran Dipercepat dan Dampak Positif di Lapangan
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP secara merata ke seluruh daerah.
"(Program) SPHP-nya jalan terus. Kita minta supaya cepat selesai, cepat dihabiskan," kata Titiek.
Ia juga menekankan agar Bulog segera mengeluarkan stok lama di gudang agar perputaran pasokan lancar.
Hasil pemantauan di sejumlah daerah, termasuk Sulawesi Selatan, menunjukkan penyaluran SPHP telah berjalan dan mulai menurunkan harga beras di pasar.
Menjelang peringatan 80 tahun Kemerdekaan RI, penyaluran masif beras SPHP juga menurunkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani.
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) periode 1–14 Agustus 2025 mencatat penurunan harga GKP di beberapa wilayah, antara lain Aceh dari Rp7.750 menjadi Rp6.900/kg, Jambi dari Rp6.867 menjadi Rp6.720/kg, dan Sumatera Selatan dari Rp6.666 menjadi Rp6.543/kg.
Penurunan juga terjadi di Jawa Tengah dari Rp6.814 menjadi Rp6.809/kg, DIY dari Rp6.608 menjadi Rp6.547/kg, Banten dari Rp6.527 menjadi Rp6.500/kg, Kalimantan Selatan dari Rp6.581 menjadi Rp6.533/kg, dan Sulawesi Barat dari Rp6.759 menjadi Rp6.730/kg.
- Penulis :
- Arian Mesa








