Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KP2MI Lepas 202 Pekerja Migran ke Korea Selatan dan Jerman, Mayoritas di Sektor Manufaktur

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KP2MI Lepas 202 Pekerja Migran ke Korea Selatan dan Jerman, Mayoritas di Sektor Manufaktur
Foto: Direktur Jenderal Penempatan KP2MI Ahnas berbicara kepada wartawan usai melepas 202 pekerja migran Indonesia ke Korea Selatan dan Jerman, di Depok, Jawa Barat, pada 18 Agustus 2025 (sumber: KP2MI)

Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melepas sebanyak 202 pekerja migran ke Korea Selatan dan Jerman melalui skema antar-pemerintah (government to government/G-to-G) pada Senin, 18 Agustus 2025.

Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Dari total jumlah tersebut, 191 pekerja akan diberangkatkan ke Korea Selatan untuk mengisi sektor manufaktur, perikanan, dan jasa.

Sementara itu, sebanyak 11 pekerja lainnya akan bekerja sebagai perawat di Jerman.

Acara pelepasan digelar di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, menjelaskan bahwa seluruh pekerja telah mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) yang mencakup pelatihan kompetensi dasar dan penguasaan bahasa negara tujuan.

"Umumnya, persiapan membutuhkan waktu hingga dua tahun, karena kami ingin memastikan pekerja yang diberangkatkan memiliki kompetensi teknis dan bahasa yang memadai," ungkapnya.

Pesan dan Harapan untuk Pekerja Migran

Dalam kesempatan itu, Ahnas mengingatkan para pekerja agar selalu menjaga nama baik Indonesia di luar negeri.

"Pekerja migran Indonesia punya karakteristik budaya yang kita pertahankan dan itu kita bawa ke negeri orang [...] Tunjukkan dedikasi kita, tunjukkan karakteristik kita bahwa kita memiliki budaya yang baik — ini yang kita pertahankan," ujarnya.

Ia juga mendorong para pekerja untuk memanfaatkan kesempatan bekerja di luar negeri sebagai ajang belajar dan pengembangan diri.

"Ini adalah ladang untuk belajar karena belajar itu minal mahdi ilal lahdi — sejak turun ayunan sampai nanti masuk liang lahat kita masih harus belajar, termasuk pada saat kita bekerja. Apa yang digunakan di sana, nanti saat kembali ke Indonesia bisa diterapkan juga di Indonesia," jelasnya.

Selain itu, Ahnas menambahkan agar para pekerja turut mempelajari penggunaan teknologi di negara penempatan untuk kemudian dapat diadaptasi saat kembali ke tanah air.

Penulis :
Arian Mesa