
Pantau - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengawasi langsung penanganan kasus kematian mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, yang kini ditangani oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengawasan Kompolnas dan Penanganan Polisi
Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan di beberapa titik, termasuk di Yogyakarta.
"Kompolnas menurunkan tim dan melakukan pengawasan di beberapa titik, salah satunya di Yogyakarta," ungkapnya.
Ia menegaskan Kompolnas akan mengawasi seluruh proses penanganan perkara, termasuk memastikan pendamping korban mendapatkan akses pendampingan hukum maupun psikologis.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kasus kematian Rheza sedang ditangani oleh Polda DIY.
Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono telah melakukan penyelidikan awal dan mendatangi langsung orang tua korban untuk memberikan penjelasan.
Bidang Propam Polda DIY juga mulai melakukan penyelidikan internal sejak Senin (1/9) dengan memeriksa sejumlah saksi.
Dugaan Keterkaitan dengan Aksi Unjuk Rasa
Forum BEM se-DIY melalui akun Instagram resminya menyampaikan bahwa Rheza sempat mengikuti aksi unjuk rasa di Yogyakarta pada Minggu (31/8).
Tak lama setelah itu, sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan sosok diduga Rheza mengendarai motor di sekitar Mapolda DIY.
Ketua BEM Amikom Yogyakarta, Alvito Afriansyah, menyatakan keyakinannya bahwa sosok dalam video tersebut adalah Rheza.
"Betul, itu adalah korban yang kita lihat di video, bahwa korban tertinggal pada saat aparat melemparkan gas air mata, dan mungkin insiden itu terjadi saat itu. (Indikasi) dari motor, dan itu kami dapatkan informasinya dari teman sekelas yang memvalidasi bahwa itu memang betul Saudara Rheza," ungkap Alvito.
Pihak Universitas Amikom Yogyakarta sendiri menyatakan masih akan menelusuri lebih jauh penyebab kematian Rheza.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Amikom Yogyakarta, Ahmad Fauzi, mengatakan masih mengumpulkan keterangan dari rumah sakit maupun teman almarhum.
"Kami berharap kepolisian dapat memberikan penjelasan lengkap terkait peristiwa ini," ujarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





