
Pantau - Kementerian Luar Negeri RI memastikan jenazah almarhum Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima yang menjadi korban penembakan pada Senin malam, akan diotopsi di Peru sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Proses Otopsi dan Pemulangan Jenazah
"Jenazah masih harus menjalani otopsi besok untuk proses penyelidikan polisi," ungkap Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha.
Ia menjelaskan bahwa setelah otopsi dan izin dari kepolisian, pemulasaran jenazah serta administrasi kematian oleh otoritas setempat baru bisa dilakukan.
"Proses tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar lima hari kerja," kata Judha.
Mengenai dugaan motif penembakan, pihaknya menegaskan penyelidikan masih berlangsung.
Penembakan dan Respons Pemerintah
Zetro Leonardo Purba, Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima, meninggal dunia setelah ditembak orang tak dikenal di kawasan Lince, Lima, Senin malam waktu setempat.
Menurut laporan media Panamericana Television, korban ditembak tiga kali hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya.
Kepolisian dan tim forensik Peru sudah melakukan olah TKP, sementara KBRI Lima langsung berkoordinasi dengan Kemlu Peru.
"Pak Menlu (Sugiono) juga sudah menelepon Menlu Peru (Elmer Schialer) untuk meminta investigasi menyeluruh atas kasus ini," ucap Judha, merujuk pada pernyataan Wamenlu RI Arrmanatha Nasir.
Dalam panggilan tersebut, Menlu Sugiono menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan keyakinan bahwa pemerintah Peru mampu menjamin keamanan staf KBRI beserta keluarga mereka, serta WNI yang berada di negara tersebut.
Wamenlu RI Arrmanatha Nasir menambahkan bahwa Presiden Peru Dina Boluarte telah berjanji untuk menangkap pelaku.
"Presiden Peru telah mengetahui insiden ini dan memberikan perhatian secara personal," kata Wamenlu Tata usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta.
"Komitmen diberikan oleh Presiden Peru agar investigasi dilakukan secara benar dan agar segera pelakunya ditangkap," ucapnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








