Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wapres Gibran Ajak Santri Melek AI dan Coding untuk Hadapi Dunia Kerja

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Wapres Gibran Ajak Santri Melek AI dan Coding untuk Hadapi Dunia Kerja
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kedatangan pengurus Gerakan Nasional Ayo Mondok di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta (sumber: BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta para santri di pesantren untuk melek teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dan mulai mempelajari coding.

Dorongan Literasi Digital untuk Santri

Gibran menegaskan bahwa penguasaan teknologi maju dan literasi digital penting agar santri memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai kebutuhan dunia kerja setelah lulus.

Hal tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Ayo Mondok, Zahrul Azhar, di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

"Contoh konsentrasi tadi Pak Wakil Presiden adalah bagaimana pesantren ini melek digital, melek AI, dan paham tentang bagaimana coding. Nah, ini sangat sejalan dengan apa yang kami idam-idamkan bersama, kalau pesantren kita harus menjadi sumber daya yang memang memiliki kekuatan yang juga bisa diserap oleh tenaga kerja," ungkap Zahrul.

Perhatian pada Fasilitas Pesantren

Dalam pertemuan itu, Gibran juga menyoroti kondisi lebih dari 42.000 pesantren di Indonesia yang dinilai belum memiliki fasilitas memadai.

Menurutnya, orang tua generasi milenial kini tidak hanya menilai kualitas pendidikan, tetapi juga memperhatikan fasilitas hidup di asrama.

"Kalau orang tua millenial, pasti dia akan peduli bagaimana tempat tidurnya, bagaimana kamar mandinya, bagaimana dapur dan sebagainya. Maka mau tidak mau kita juga harus siap untuk memperbaiki diri agar pesantren ini bisa dinikmati oleh semua kalangan," ujar Zahrul menyampaikan pesan Wapres.

Selain itu, Wapres Gibran menyatakan dukungannya terhadap Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia yang direncanakan pada Oktober 2025.

Rakornas tersebut akan menjadi forum membahas peningkatan kualitas pesantren, baik dari sisi ilmu agama maupun penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis :
Arian Mesa