Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Makan Bergizi Gratis di NTB Serap 17.434 Tenaga Kerja dan Libatkan Ribuan UMKM

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Program Makan Bergizi Gratis di NTB Serap 17.434 Tenaga Kerja dan Libatkan Ribuan UMKM
Foto: Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahsanul Khalik (sumber: ANTARA/Nur Imansyah)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap sebanyak 17.434 tenaga kerja lokal melalui 409 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi hingga 1 November 2025.

Ribuan Tenaga Kerja dan UMKM Terlibat dalam Program MBG

Ketua Satuan Tugas MBG NTB, Ahsanul Khalik, mengungkapkan pada Selasa (4 November 2025) bahwa dari total 409 SPPG yang telah berdiri, sebanyak 402 berasal dari mitra masyarakat atau pihak swasta, 4 dikelola oleh pondok pesantren, 1 didirikan oleh TNI AU Lanud ZAM, dan 2 lainnya oleh Polri.

"Di luar ini ada 84 SPPG dalam proses pembangunan. Mudah-mudahan akhir November tuntas dan mulai beroperasi," ungkapnya.

Program ini juga melibatkan 1.391 pemasok lokal, 738 UMKM, 46 koperasi, 6 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta 601 pemasok mandiri.

"Jadi, dari 409 SPPG ini ada 17.434 tenaga kerja lokal kita yang diserap," ia mengungkapkan.

Khalik menyebutkan bahwa selain menyasar pemenuhan gizi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, program ini juga berdampak besar pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.

"Kehadiran Program MBG dapat menghidupkan keluarga di NTB," katanya.

Progres Sertifikasi dan Pelatihan Keamanan Pangan

Hingga 1 November 2025, sebanyak 361 dari 409 SPPG atau 88,3 persen telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dari jumlah tersebut, 279 SPPG telah mendapatkan SLHS (68,2 persen), 301 telah menjalani inspeksi kesehatan lingkungan, dan 233 telah dinyatakan laik operasi dan laik gizi.

"Itu dari hasil inspeksi tim," ujarnya.

Sebanyak 306 SPPG juga telah melaksanakan pelatihan keamanan pangan, yang menghasilkan sekitar 14.386 penjamah makanan terlatih.

"Artinya dalam keamanan pangan Program MBG di NTB kita progresnya cukup bagus. Tapi tidak kemudian kita lalai, karena walaupun sudah SLHS bisa saja terjadi ada kasus-kasus menonjol keracunan karena kesalahan pengolahan bahan pangan yang ada di SPPG dan ini menjadi perhatian dan antisipasi kita," ia menekankan.

Target yang dicanangkan Pemprov NTB untuk program ini adalah pembangunan 623 SPPG, 1,85 juta penerima manfaat, dan penyediaan lapangan kerja untuk 29.891 tenaga kerja.

Penulis :
Arian Mesa