
Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, mengecam keras aksi kekerasan yang menewaskan seorang nelayan bernama Arjuna Tamaraya (21) di area Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, dan menegaskan bahwa rumah ibadah harus menjadi tempat paling aman dan penuh kasih, bukan arena kekerasan.
Pernyataan Keras DPR atas Kasus Kekerasan di Rumah Ibadah
Pernyataan Maman disampaikan menanggapi kematian tragis Arjuna yang dianiaya sekelompok orang saat hendak beristirahat di masjid.
"Masjid seharusnya menjadi tempat paling aman dan penuh kasih. Menganiaya seseorang, apalagi di lingkungan rumah ibadah, adalah tindakan tidak manusiawi dan mencederai nilai keagamaan," ungkapnya.
Maman menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut, yang menurutnya mencerminkan lunturnya nilai sosial dan keterbukaan rumah ibadah dalam kehidupan masyarakat.
"Dulu pintu masjid selalu terbuka. Anak-anak belajar mengaji, orang dewasa berdiskusi, dan musafir bisa beristirahat tanpa dicurigai. Kini kita justru kehilangan ruh keterbukaan itu," ia mengungkapkan.
Seruan Keadilan dan Pemulihan Fungsi Sosial Masjid
Maman mendorong aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan transparan terhadap para pelaku agar keadilan bagi korban dapat segera terwujud.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses penyelesaian kepada pihak berwenang.
Selain itu, ia mengajak para pengurus masjid serta tokoh agama untuk memperkuat kembali fungsi sosial masjid sebagai ruang kasih, persaudaraan, dan kemanusiaan.
"Mari kita kembalikan martabat rumah ibadah agar tetap menjadi simbol rahmat bagi semua," tegasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








