
Pantau - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa perbaikan fisik di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta, khususnya pada dua titik mushalla, dapat membantu mengurangi trauma para pelajar yang terdampak.
Fokus Pemulihan Trauma Siswa dan Guru
KPAI menyampaikan bahwa garis polisi di lokasi sudah dilepas dan perubahan fisik pada area terdampak merupakan langkah penting dalam proses pemulihan psikologis.
Pendampingan psikologis diberikan kepada anak-anak yang menjadi korban, baik yang masih dirawat maupun yang sudah pulang ke rumah, serta seluruh siswa lain yang terdampak secara mental, termasuk 780 siswa di sekolah tersebut.
Guru-guru juga mendapatkan pendampingan, dengan 17 dari total 42 guru telah didampingi, sementara sisanya akan menyusul.
Pendampingan ini sesuai dengan amanat Pasal 59A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Koordinasi Lintas Lembaga untuk Pemulihan
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan bahwa para korban yang masih dirawat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih masih mengalami trauma akibat ledakan.
Pemulihan akan dilakukan secara bertahap oleh Kepolisian, Kementerian Sosial, dan rumah sakit, baik di fasilitas kesehatan, sekolah, maupun di rumah masing-masing korban.
Upaya terpadu ini bertujuan memastikan pemulihan menyeluruh terhadap kondisi mental dan emosional para siswa dan tenaga pendidik terdampak.
- Penulis :
- Gerry Eka








