
Pantau - BPBD Kabupaten Cilacap mengintensifkan penanganan darurat longsor di Desa Cibeunying dengan fokus pada pencarian tiga korban hilang dan percepatan pemulihan permukiman rusak.
Operasi SAR Diperkuat Meski Medan Masih Labil
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan pencarian dilakukan sejak pagi dengan pembagian tim SAR gabungan di dua sektor sementara seluruh unsur tetap bersiaga karena kondisi tanah masih labil.
Ia menegaskan bahwa mereka bersama Basarnas dan seluruh potensi SAR terus mencari tiga korban yang masih dinyatakan hilang.
Longsor yang terjadi pada Kamis 13 November menyebabkan kerusakan besar dengan 16 rumah terdampak dan 25 rumah terancam.
Nilai kerusakan ditaksir mencapai Rp4,3 miliar dan 1.069 warga masih mengungsi di lima titik.
Operasi SAR hari kedelapan tetap diprioritaskan meskipun medan berat akibat pergerakan tanah dan jalur berlumpur.
Kendala di lapangan mencakup tanah yang masih bergerak dan banjir material lumpur namun tim tetap bekerja maksimal.
Korban, Kebutuhan Mendesak, dan Imbauan Kewaspadaan
Hingga Kamis 20 November pagi, total korban meninggal mencapai 20 orang, 23 orang selamat, dan tiga korban masih dalam pencarian yaitu Vani Hayati Lanjarsari dari Dusun Tarukahan, Fatin dari Dusun Tarukahan, dan Maysarah Salsabila dari Dusun Cibuyut.
Kebutuhan mendesak bagi pengungsi dan petugas mencakup logistik makanan, perlengkapan SAR seperti sarung tangan dan alat gali, serta dukungan BBM untuk alat berat.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Operasi tanggap darurat melibatkan unsur BNPB, Basarnas, TNI dan Polri, BBWS, PVMBG, BMKG, serta BPBD berbagai daerah dan akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan dan situasi dinyatakan aman.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf








