Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI dan Kementerian PU Percepat Normalisasi Ciliwung dan Krukut untuk Atasi Kemacetan Jakarta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov DKI dan Kementerian PU Percepat Normalisasi Ciliwung dan Krukut untuk Atasi Kemacetan Jakarta
Foto: (Sumber : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam pembukaan rangkaian Hari Bakti ke-80 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri..)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat normalisasi Sungai Ciliwung dan Kali Krukut sebagai langkah strategis mengurangi kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik ibu kota.

Tahap Normalisasi dan Rencana Percepatan

Pramono Anung menyampaikan, "Kami laporkan, dalam tahun depan kami akan melanjutkan pekerjaan normalisasi Ciliwung yang belum terselesaikan dan Kali Krukut karena memang dua sungai inilah yang memberikan kontribusi kemacetan yang ada di Jakarta," ungkapnya.

Normalisasi Sungai Ciliwung saat ini berada pada tahap pembebasan lahan yang ditargetkan selesai pada awal 2026.

Pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI, sedangkan pembangunan tanggul dan infrastruktur pendukung dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemprov DKI juga segera memulai normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer untuk mengembalikan kapasitas aliran air dan mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan padat penduduk.

Pramono Anung menambahkan, "Kami mohon izin dan sekaligus kami akan segera memulai. Beberapa tempat lainnya, seperti Sungai Pesanggrahan, tetap kami rawat, kami keruk, dan beberapa sungai lainnya," ia mengungkapkan.

Kegiatan Hari Bakti dan Penguatan Pengelolaan Sungai

Pemprov DKI terlibat dalam rangkaian Hari Bakti ke-80 Kementerian PU yang salah satunya berfokus pada kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" sebagai simbol komitmen pada tata kelola air yang berkelanjutan.

Susur Sungai Ciliwung menempuh jarak 2,5 kilometer dalam waktu kurang lebih 20 menit sebagai bentuk kampanye pentingnya menjaga sungai utama Jakarta.

Program sungai bersih dan sehat ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi UU Nomor 17 Tahun 2019 yang menekankan konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian daya rusak air.

Sungai menjadi salah satu indikator penilaian kota global, sehingga Pemprov DKI menegaskan komitmen mereka dalam perbaikan dan normalisasi berkelanjutan.

Kementerian PU menyatakan kegiatan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa pengelolaan air, termasuk normalisasi sungai, harus memastikan air menjadi sumber produktivitas, bukan bencana.

Penulis :
Aditya Yohan