
Pantau - Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Festival Majelis Taklim 2025 sebagai ruang ekspresi syiar keagamaan yang moderat dan sarat nilai ekoteologi, melibatkan 237 majelis taklim dari seluruh Indonesia.
Festival ini bertujuan memperkuat literasi keagamaan, harmoni sosial, serta kesadaran spiritual terhadap isu lingkungan dalam komunitas majelis taklim.
"Majelis taklim hari ini bukan hanya tempat mengaji, tetapi ruang menemukan ketenangan, solidaritas, dan nilai agama yang meneduhkan", ungkap salah satu pejabat Kemenag.
Ruang Ekspresi Kreatif dan Moderasi Beragama
Festival diselenggarakan melalui enam kategori lomba yang beragam, yakni Tilawah Quran dan Sari Tilawah, Dakwah Kebangsaan, Kasidah Rebana, Video Profil Majelis Taklim, serta Karya Tulis Fiksi dan Non-Fiksi.
Kemenag menegaskan bahwa festival ini merupakan bentuk adaptasi majelis taklim terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar keagamaan.
"Kita ingin memberi ruang bagi narasi keagamaan yang moderat, berkeadaban, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat hari ini", ia mengungkapkan.
Selain menjadi ajang lomba, festival ini juga dimaksudkan sebagai strategi pembinaan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, serta jejaring masyarakat akar rumput.
"Kerja bersama ini sangat dibutuhkan agar pembinaan majelis taklim semakin efektif dan terasa manfaatnya", ujarnya.
Ekoteologi dan Penguatan Peran Sosial Majelis Taklim
Zayadi dari Kemenag menyampaikan urgensi pengarusutamaan ekoteologi dalam kegiatan majelis taklim.
"Ekoteologi adalah wacana penting agar majelis taklim ikut merawat bumi, menjadikan perhatian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah", katanya.
Menurutnya, relasi manusia dan alam perlu dibangun dengan tanggung jawab spiritual dan ekologis, sejalan dengan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin.
Festival ini diharapkan dapat mencetak generasi baru penggerak syiar Islam yang kreatif, adaptif, dan memiliki daya sosial tinggi.
"Dari ruang seperti inilah muncul kader-kader yang menghadirkan syiar agama secara elegan, moderat, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat", ungkapnya.
Ketua Pokja Majelis Taklim Nasional, Sururin, turut mengapresiasi peserta dari ratusan majelis taklim yang telah berpartisipasi.
"Hari ini kita melihat semangat luar biasa dari peserta berbagai daerah. Ini adalah wajah optimisme majelis taklim kita", ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis menjadikan majelis taklim sebagai wahana pembelajaran agama yang inklusif dan memberdayakan.
Pokja MT juga menetapkan tiga program prioritas nasional: pendataan majelis taklim, penguatan kompetensi melalui festival, serta penyusunan Direktori dan Ensiklopedi Majelis Taklim Indonesia.
Pendataan majelis taklim dianggap krusial agar pemerintah memiliki informasi akurat mengenai profil, tantangan, dan potensi majelis taklim di seluruh wilayah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








