Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Dilema Guru di Era Keterbukaan, Prabowo Tegaskan Dukungan terhadap Ketegasan dalam Mendidik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dilema Guru di Era Keterbukaan, Prabowo Tegaskan Dukungan terhadap Ketegasan dalam Mendidik
Foto: (Sumber : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pesan dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta Pusat pada Jumat (28/11/2025). (ANTARA/Hana Kinarina))

Pantau - Di tengah era keterbukaan informasi yang semakin luas, para guru menghadapi dilema dalam menjalankan tugas mendidik, terutama dalam aspek pembinaan mental dan perilaku murid.

Guru kini berada dalam posisi sulit antara bersikap tegas atau demokratis, terutama saat menghadapi pelanggaran etika yang dilakukan peserta didik.

Antara Ketegasan dan Risiko Kriminalisasi

Beberapa kasus menunjukkan bahwa tindakan mendidik oleh guru, seperti menegur atau memberi hukuman edukatif, justru dilaporkan oleh orang tua murid ke pihak kepolisian.

Akibatnya, “tindakan mendidik” bisa dipersepsikan sebagai “tindakan kriminal”.

Kondisi ini mendorong sejumlah guru mengambil sikap apatis terhadap pelanggaran murid, sebagai bentuk perlindungan diri agar terhindar dari masalah hukum.

Namun secara batiniah, guru tetap merasa terpanggil untuk menjalankan peran edukatifnya.

Sebagai hasil dari proses pendidikan akademik yang menanamkan tanggung jawab moral, guru sulit untuk benar-benar mengabaikan pelanggaran yang dilakukan peserta didik.

Sikap apatis tersebut umumnya hanya bersifat sementara.

Saat melihat pelanggaran norma atau etika, guru tetap terdorong untuk bertindak, minimal melalui teguran atau bimbingan pribadi.

Dukungan Presiden Prabowo untuk Ketegasan Guru

Dalam acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar di Jakarta pada Jumat, 28 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukungan kuat terhadap ketegasan guru dalam mendidik.

"Sekalipun murid itu merupakan anak dari seorang jenderal," ungkapnya menegaskan bahwa guru tidak boleh gentar dalam menegur murid yang kurang ajar.

Prabowo menekankan bahwa ketegasan guru merupakan hal penting dalam menjaga wibawa pendidik dan membentuk karakter generasi muda.

Ia menambahkan bahwa membiarkan murid nakal tanpa koreksi justru akan merugikan masa depan murid itu sendiri karena gagal menjadi pribadi yang baik.

Pernyataan Presiden Prabowo dinilai sebagai angin segar bagi para guru yang selama ini tertekan oleh risiko sosial dan hukum saat menjalankan fungsinya sebagai pembina karakter.

Dengan dukungan moral dari Presiden, guru kini memiliki pegangan yang lebih kuat untuk mendidik secara utuh, termasuk dalam aspek mental, perilaku, dan kedisiplinan.

Penulis :
Ahmad Yusuf