
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan telah menindaklanjuti instruksi Menteri Agama untuk membantu korban banjir di wilayah Sumatera melalui berbagai langkah konkret, termasuk pembukaan donasi dan penguatan kerja sama lintas sektor.
"Pak menteri menginstruksikan kepada kami semua dan kami mengimbau kanwil-kanwil, para kepala kantor Kementerian Agama kota, provinsi, para rektor, untuk mengambil langkah-langkah teknis untuk membantu masyarakat yang bisa dilakukan," ungkap Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin.
Penggalangan dana dilakukan secara kolektif, melibatkan masyarakat umum dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag.
Kemenag juga bersinergi dengan berbagai lembaga filantropi seperti Baznas untuk menyalurkan bantuan secara terkoordinasi.
"Jadi ini kebaikan, saya kira ya, semua pihak yang dipersilakan untuk bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang ada dalam musibah. Itu juga pastinya terkoordinasi dengan BNPB," ujarnya.
Dukungan Fisik dan Spiritual untuk Penyintas
Bantuan yang disalurkan Kemenag mencakup dua aspek, yaitu fisik (tangible) dan nonfisik (intangible).
Bantuan nonfisik meliputi dukungan moral dan spiritual seperti doa bersama, serta pelibatan akademisi dan dosen dalam sinergi kemanusiaan.
"Jadi, di samping tangible (bantuan-bantuan fisik), ya tentu juga yang intangible ya, misalnya doa bersama dan sebagainya, juga melibatkan dosen-dosen, untuk bisa bersinergi bersama," kata Kamaruddin.
Bantuan BNPB Tiba di Tapanuli Utara
Sementara itu, bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah tiba di Sumatera Utara dan langsung didistribusikan ke wilayah terdampak.
Bantuan dikirim menggunakan pesawat kargo dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Bandara Silangit, Tapanuli Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa seluruh bantuan yang tiba segera dibongkar dan dipersiapkan untuk distribusi lanjutan.
Distribusi dilakukan melalui jalur darat dan udara menggunakan helikopter guna mempercepat penanganan darurat, termasuk ke wilayah seperti Kota Sibolga.
Jenis bantuan logistik yang disalurkan mencakup:
- 200 paket sembako
- 200 pouch makanan siap saji
- 1 unit tenda pengungsi
- 100 matras
- 20 velbed
- 100 selimut
- 1 pompa alcon 6 HP
- 1 genset
- 1 perahu polietilen lengkap dengan mesin
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







