Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Salurkan Air Bersih ke Pidie Jaya, Ribuan Warga Terdampak Banjir Masih Butuh Bantuan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementerian PU Salurkan Air Bersih ke Pidie Jaya, Ribuan Warga Terdampak Banjir Masih Butuh Bantuan
Foto: (Sumber : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh mulai mengalirkan bantuan air bersih untuk warga korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). ANTARA/FB Anggoro.)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sejak Sabtu, 29 November 2025.

Air Bersih Didistribusikan ke Lokasi Bencana

"Semua peralatan dan air bersih kita bawa dari Banda Aceh ke Pidie Jaya dan hari ini sudah mengalir untuk warga di lokasi bencana," ujar Pejabat Pembuat Komitmen Tanggap Darurat BPBPK Aceh, Ismadi, kepada wartawan di Pidie Jaya.

Bantuan air bersih dibawa menggunakan enam mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter.

Untuk menjangkau warga secara lebih luas, BPBPK menggunakan 10 tandon air dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter yang ditempatkan berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah.

"Untuk penentuan lokasi penempatan 10 tandon air, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah," jelas Ismadi.

Ia juga menyebut bahwa tim BPBPK telah menemukan sumber air layak minum di wilayah Pidie Jaya yang dapat digunakan untuk pengisian air berikutnya.

Setelahnya, tim akan terus menyalurkan air bersih ke wilayah Kabupaten Pidie.

"Sejauh ini kami baru bisa jangkau dua daerah yakni Pidie Jaya dan Pidie, karena akses transportasi dan komunikasi ke daerah bencana lain masih terkendala," kata Ismadi.

90.000 Warga Terdampak, Pemerintah Daerah Kewalahan

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, mengungkapkan apresiasinya terhadap bantuan air bersih yang disalurkan oleh Kementerian PU.

"Mudah-mudahan bantuan dari instansi dan lembaga lain bisa segera datang karena kondisi kita sangat kritis," ungkap Hasan.

Ia menjelaskan bahwa banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 telah menyebabkan kerusakan di sekitar 60 persen dari total 220 desa di Pidie Jaya.

"Kondisinya sangat kritis dan kami tidak mampu beban ini," lanjutnya, seraya meminta dukungan langsung dari pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.

Berdasarkan data dari BPBD Pidie Jaya per Jumat, 28 November 2025, jumlah warga terdampak bencana hidrometeorologi ini mencapai 90.000 jiwa.

Sebanyak 12.000 jiwa terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Korban jiwa tercatat sebanyak 10 orang, sementara 4 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Jumlah warga yang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut mencapai 101 orang.

Penulis :
Ahmad Yusuf