
Pantau - Tim DisasPantau - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Polda Riau dikerahkan ke Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk membantu proses identifikasi korban banjir bandang dan tanah longsor.
Kepala Biro Operasional Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Erwin, menyampaikan bahwa jumlah personel Tim DVI yang diturunkan berkisar antara 10 hingga 20 orang.
“Tim DVI Mabes Polri dan Polda Riau akan mendirikan posko di Salareh Aia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Tim DVI merupakan bentuk kepedulian dari Mabes Polri dan Polda Riau terhadap bencana alam yang menimpa Sumatera Barat, tanpa perlu ada permintaan khusus dari Polda Sumbar.
“Mereka mengidentifikasi dan mengenali korban, sehingga pihak keluarga dapat memakamkan korban sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Pencarian Korban Didukung Anjing Pelacak dan Jalur Alternatif
Untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban, Polda Sumbar juga menurunkan dua ekor anjing pelacak (K9) ke lokasi terdampak di Palembayan.
Selain itu, tim K9 dari Polda Riau turut diperbantukan dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
Namun, perjalanan tim K9 dari Riau ke Agam mengalami kendala karena jalur utama terputus akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.
“Jalan dari Riau ke Agam terputus akibat curah hujan yang cukup tinggi,” kata Muhammad Erwin.
Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 69 korban yang belum ditemukan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Upaya pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk personel gabungan, relawan, serta masyarakat setempat.ter Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Polda Riau dikerahkan ke Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk membantu proses identifikasi korban banjir bandang dan tanah longsor.
Kepala Biro Operasional Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Erwin, menyampaikan bahwa jumlah personel Tim DVI yang diturunkan berkisar antara 10 hingga 20 orang.
“Tim DVI Mabes Polri dan Polda Riau akan mendirikan posko di Salareh Aia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Tim DVI merupakan bentuk kepedulian dari Mabes Polri dan Polda Riau terhadap bencana alam yang menimpa Sumatera Barat, tanpa perlu ada permintaan khusus dari Polda Sumbar.
“Mereka mengidentifikasi dan mengenali korban, sehingga pihak keluarga dapat memakamkan korban sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Pencarian Korban Didukung Anjing Pelacak dan Jalur Alternatif
Untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban, Polda Sumbar juga menurunkan dua ekor anjing pelacak (K9) ke lokasi terdampak di Palembayan.
Selain itu, tim K9 dari Polda Riau turut diperbantukan dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
Namun, perjalanan tim K9 dari Riau ke Agam mengalami kendala karena jalur utama terputus akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.
“Jalan dari Riau ke Agam terputus akibat curah hujan yang cukup tinggi,” kata Muhammad Erwin.
Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 69 korban yang belum ditemukan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Upaya pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk personel gabungan, relawan, serta masyarakat setempat.
- Penulis :
- Gerry Eka








