
Pantau - Sejumlah guru, pelajar, dan petani dari arah Balingka menuju Malalak maupun sebaliknya mulai kembali melewati Jalan Malalak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah akses tersebut terhubung pada Jumat 20 Februari 2026 pascabanjir bandang yang memutus jalan sejak November 2025.
Guru SMP Negeri 1 Malalak Nelfi Yanti (55) mengaku bersyukur karena tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh demi mengajar.
Ia mengatakan, "Waktu jalan ini putus, saya harus melewati Lembah Anai dan tidur di sekolah agar tetap bisa mengajar anak didik."
Sejak Jalan Malalak terputus akibat banjir bandang pada akhir November 2025, para guru terpaksa memutar melalui kawasan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer.
Sebelum jalan terputus, jarak dari Kecamatan Kamang Magek menuju Kecamatan Malalak hanya sekitar 45 kilometer.
Kepala SMP Negeri 1 Malalak Haris Pratama menyampaikan selama akses terputus, dirinya bersama sejumlah guru memutuskan tinggal sementara di sekolah.
Haris menyampaikan, "Saat jalan ini terputus, saya bersama beberapa guru di sini memutuskan untuk menginap di sekolah. Satu kali seminggu barulah kami pulang ke rumah."
Ia menyebut tersambungnya Jalan Malalak sangat penting bagi warga dari arah Balingka menuju Malalak karena mempercepat mobilitas masyarakat.
Pelaksana Lapangan Hutama Karya Infrastruktur Subiantoro mengatakan pihaknya berhasil menghubungkan kembali Jalan Malalak yang sebelumnya terputus sepanjang lebih dari 300 meter akibat banjir bandang di titik kilometer 82+600.
Jalan alternatif yang dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Gamawan Fauzi itu mengalami longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan Malalak selama beberapa hari pada November 2025.
Meski telah terhubung, akses Jalan Malalak belum dibuka untuk umum atau kendaraan dari luar Kecamatan Malalak.
Subiantoro menyampaikan, "Jalan itu pun hanya bisa dilintasi pada saat jam istirahat yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB."
Pembatasan waktu tersebut diterapkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses pemulihan pascabencana di kawasan tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







