Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Lebih dari 38 Ribu Warga Singkawang Sudah Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Partisipasi Terus Meningkat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Lebih dari 38 Ribu Warga Singkawang Sudah Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Partisipasi Terus Meningkat
Foto: (Sumber: Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Achmad Hardin. ANTARA/Narwati.)

Pantau - Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Achmad Hardin menyampaikan bahwa hingga November 2025, sebanyak 38.365 warga telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Jumlah tersebut menunjukkan tren positif dan menjadi sinyal bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini mulai meningkat.

"Dari target sasaran sebanyak 249.954 orang, kita sudah melakukan pemeriksaan kepada 38.365 warga atau sekitar 15,35 persen. Angka ini menunjukkan tren partisipasi masyarakat yang terus meningkat," ungkap Achmad.

Cakupan Program Diperluas untuk Semua Usia

Meskipun terjadi peningkatan, Achmad menegaskan bahwa masyarakat masih perlu terus didorong agar dapat memanfaatkan layanan preventif ini secara maksimal.

Program CKG merupakan kebijakan nasional yang telah dijalankan sejak awal 2025 dan kini terbuka untuk seluruh kelompok usia.

"Masyarakat bisa datang kapan saja. Pemeriksaan ini mencakup tensi darah, gula darah, jantung, hingga faktor risiko lainnya, semuanya gratis," ujarnya.

Pada awal pelaksanaannya, program ini hanya menyasar warga yang sedang berulang tahun, namun kini cakupannya diperluas untuk seluruh warga satu kali dalam setahun di puskesmas terdekat.

Menurut Achmad, peningkatan partisipasi juga didorong oleh strategi jemput bola yang dilakukan oleh puskesmas dan tenaga kesehatan.

Jemput Bola dan Edukasi Jadi Kunci

Layanan CKG kini hadir di sekolah, kantor, hingga lingkungan perusahaan untuk memudahkan akses pemeriksaan bagi masyarakat.

Tantangan utama program ini adalah memastikan bahwa informasi mengenai layanan CKG tersebar secara luas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dinas Kesehatan terus berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar lebih mengutamakan pencegahan dibandingkan pengobatan.

"CKG ini memberikan manfaat besar karena jika ditemukan faktor risiko, kita bisa melakukan antisipasi agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius," jelas Achmad.

Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan partisipasi demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Achmad optimistis bahwa dengan perluasan layanan dan sosialisasi yang lebih intensif, tingkat partisipasi masyarakat akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Penulis :
Gerry Eka