
Pantau - Pemerintah Kabupaten Solok menyalurkan bantuan logistik ke dua nagari terisolasi akibat banjir, yakni Paninggahan dan Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, dengan menggunakan perahu menyusul terputusnya akses jalan darat.
Distribusi bantuan dilakukan setelah curah hujan tinggi menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik di Kabupaten Solok selama beberapa hari terakhir.
Wakil Bupati Solok, Candra, menyatakan bahwa distribusi logistik terpaksa dilakukan lewat perahu karena dua nagari tersebut tidak dapat dijangkau dari darat.
"Nagari Paninggahan dan Muaro Pingai kini menjadi nagari terisolasi karena akses jalan terputus. Dari Saniangbaka tidak bisa ditembus, dari Malalo jembatannya putus. Masyarakat kita betul-betul terdampak cukup parah," ujarnya.
Koordinasi Cepat dan Peninjauan Langsung ke Titik Bencana
Pemkab Solok segera melakukan koordinasi dengan Forkopimda, TNI–Polri, BPBD, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Dalam komunikasi via telepon dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Wabup Candra melaporkan kondisi terkini serta permintaan bantuan alat berat dan pembukaan akses.
Gubernur Mahyeldi menginstruksikan masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam membersihkan material banjir.
Dandim 0309/Solok Letkol Kav Sapta Raharja menyiapkan personel dan alat berat guna membuka akses menuju Muaro Pingai.
Distribusi logistik dilakukan melalui Camat Junjung Sirih dan menggunakan perahu Kodim 0309/Solok serta perahu milik Wali Nagari Kacang.
Perahu tambahan juga disiagakan di Dermaga Singkarak oleh Dinas Sosial.
Dapur Umum Aktif, Wabup Lintasi Banjir dengan Tali Pengaman
Untuk mendukung kebutuhan pengungsi, dapur MBG (Makan Bersama Gratis) telah diaktifkan.
Wabup Candra bersama Kapolres Kota Solok AKBP Mas’ud Ahmad, Dandim, dan tokoh masyarakat Haji Nopel turun langsung ke lapangan meninjau warga terdampak.
Mereka juga sempat membantu menyelamatkan sepeda motor milik warga yang terbawa arus.
Dalam peninjauan, Wabup berjalan kaki menyusuri genangan air dari Masjid Raya Saniangbaka dan menyeberangi jembatan dengan bantuan tali pengaman.
Di lokasi, ia menyaksikan sawah warga hancur, rumah tidak bisa ditempati, dan akses jalan benar-benar terputus.
Warga yang sudah menunggu bantuan sejak siang langsung menerima distribusi logistik saat rombongan tiba di Paninggahan.
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada para perantau Nagari Paninggahan yang telah menyalurkan bantuan puluhan juta rupiah kepada warga terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada, karena BMKG memprediksi intensitas hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
- Penulis :
- Gerry Eka







