Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Pekerjaan Umum Prioritaskan Pemulihan Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana Sumatera Barat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Pekerjaan Umum Prioritaskan Pemulihan Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana Sumatera Barat
Foto: (Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan pasca bencana longsor dan banjir bandang yang berdampak pada Jembatan Kembar Margayasa KM 67+000 di Silaiang Bawah, perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). (ANTARA/HO - Kementerian PU))

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan penanganan pasca bencana longsor dan banjir bandang di Sumatera Barat dengan fokus pada dampak terhadap Jembatan Kembar Margayasa KM 67+000.

Penanganan difokuskan di Silaiang Bawah pada perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar yang terdampak langsung bencana.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa konektivitas jalan nasional menjadi prioritas utama pasca bencana.

Jalur Padang–Bukittinggi disebut sebagai urat nadi pergerakan orang dan barang di Sumatera Barat.

Setiap langkah penanganan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan memastikan aspek keselamatan terpenuhi sebelum layanan jalan dikembalikan sepenuhnya.

Penanganan difokuskan pada pengecekan menyeluruh struktur Jembatan Kembar Margayasa yang merupakan titik krusial jalur nasional.

Jembatan tersebut menghubungkan kawasan pesisir Kota Padang dengan wilayah dataran tinggi Bukittinggi dan sangat vital bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat melakukan pengecekan awal struktur jembatan setelah kejadian banjir bandang.

Hasil evaluasi awal menunjukkan tidak terjadi penurunan kondisi struktur jembatan.

Meski demikian, diperlukan proteksi terhadap oprit dan pilar jembatan yang tergerus arus banjir.

Untuk sementara, jembatan dioperasikan dengan skema terbatas dengan membuka sisi A untuk lalu lintas dan menutup sisi B guna mendukung proses inspeksi dan pengamanan.

Pengecekan struktur melibatkan tim ahli dari PT Hutama Karya Infrastruktur, Institut Teknologi Bandung, serta Direktorat Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga.

Inspeksi dilakukan secara komprehensif terhadap pondasi, pilar, abutmen, gelagar, dan lantai jembatan dengan mempertimbangkan dampak arus deras dan material longsoran.

Stabilitas tanah di sekitar pilar dan abutmen turut dinilai untuk memastikan tidak terjadi pergeseran yang membahayakan.

Kementerian Pekerjaan Umum juga melakukan penguatan tebing Sungai Batang Anai di sekitar jembatan sebagai bagian dari penanganan darurat.

Penanganan meliputi pembersihan sedimen dan material sisa banjir bandang serta pemasangan geobag untuk menahan erosi dan mencegah gerusan lanjutan.

Langkah tersebut bertujuan melindungi pondasi dan oprit jembatan agar konektivitas jalur nasional tetap terjaga.

Akses jalan di kawasan Jembatan Kembar Margayasa saat ini telah kembali bersih dan dapat dilalui setelah sebelumnya tertutup material banjir.

Kendaraan roda dua dan roda empat jenis minibus diizinkan melintas pada pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB dengan pengaturan lalu lintas yang ketat.

Pengawasan dilakukan oleh petugas di lapangan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Kementerian Pekerjaan Umum terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan pihak terkait lainnya.

Hasil pengecekan struktur akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan berupa penguatan tambahan atau perbaikan permanen.

Tujuan akhir penanganan adalah memastikan Jembatan Kembar Margayasa kembali berfungsi optimal sebagai penghubung utama Padang–Bukittinggi.

Penulis :
Aditya Yohan