Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jumlah Pengungsi Pascabencana di Sumatera Turun Drastis, Tito Karnavian Pastikan Progres Rekonstruksi Positif

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Jumlah Pengungsi Pascabencana di Sumatera Turun Drastis, Tito Karnavian Pastikan Progres Rekonstruksi Positif
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian (sumber: Kemendagri)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan jumlah pengungsi pascabencana di wilayah Sumatera turun signifikan berdasarkan data terbaru pemerintah.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 25 Februari 2026, jumlah pengungsi di tiga provinsi turun drastis dari 2.108.582 orang menjadi 11.250 orang.

Rincian jumlah pengungsi tersebut terdiri atas 10.400 orang di Provinsi Aceh dan 850 orang di Provinsi Sumatera Utara.

Di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mencatat sudah tidak terdapat pengungsi lagi.

“Kemudian di Provinsi Sumatera Barat, Alhamdulillah tidak ada lagi pengungsi dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda, semuanya sudah ada di huntara,” ungkap Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera yang digelar di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta.

Lima Desa Perlu Ditata Ulang

Dalam rapat tersebut dilaporkan terdapat lima desa di dua provinsi yang perlu ditata ulang akibat terdampak bencana.

Lima desa tersebut terdiri atas tiga desa di Provinsi Aceh dan dua desa di Provinsi Sumatera Utara.

Untuk Provinsi Sumatera Barat tidak terdapat desa yang perlu ditata ulang.

Dari total 52 kabupaten dan kota yang terdampak bencana, sebanyak 38 kabupaten dan kota telah kembali dalam kondisi normal.

Sebanyak tiga kabupaten dan kota berada dalam kondisi mendekati normal.

Sebanyak 11 kabupaten dan kota lainnya masih memerlukan perhatian khusus.

Indikator normalitas suatu daerah ditentukan oleh variabel pemerintahan, layanan publik, akses darat, ekonomi, sosial, serta indikator dasar lainnya.

Indikator dasar tersebut meliputi SPBU, listrik, PDAM, internet, gas LPG, TPA-TPST, Bank Sampah, serta normalisasi sungai.

Pemulihan Infrastruktur dan UMKM

“Sebelumnya ada satu lagi yaitu masalah persawahan dan perkebunan yang juga terdampak serta tambak, perikanan,” tambah Tito dalam forum tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah yang telah bekerja sama mendorong pemulihan pascabencana.

Tito memastikan perkembangan rekonstruksi dan rehabilitasi menunjukkan progres positif terutama pada aspek akses jalan yang telah berfungsi penuh, aliran listrik yang sudah dimanfaatkan masyarakat, serta SPBU yang telah beroperasi normal.

“Kalau pasar sudah bergerak semua, jalan, tapi UMKM-nya belum [optimal sepenuhnya]. Masih tugas kita lagi ada pembersihan lumpur, ada jembatan, jalan desa, daerah yang perlu kita selesaikan,” tegasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta perwakilan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terkait.

Penulis :
Shila Glorya