
Pantau - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menyatakan pemerintah pusat telah mulai memberikan bantuan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Berita ini dipublikasikan pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 12:40 WIB dengan waktu baca sekitar tiga menit.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan seluruh dampak dan kerugian telah dilaporkan melalui Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Seluruh dampak atau kerugian yang ditimbulkan oleh bencana telah kami laporkan melalui Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana R3P. Dokumen tersebut kami serahkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB," ujarnya.
Dalam dokumen tersebut, Pemkab mengusulkan kebutuhan anggaran Rp3,2 triliun dari total kerugian yang ditaksir lebih dari Rp5 triliun.
Salah satu bantuan yang telah direalisasikan adalah perbaikan pipa air bersih dengan nilai sekitar Rp278 miliar.
"Dan sudah ditunjuk pelaksanaannya, perusahaan BUMN," katanya.
Proposal dalam Dokumen R3P akan direalisasikan secara bertahap oleh pemerintah pusat.
Bupati meminta dukungan masyarakat agar proses perbaikan infrastruktur berjalan lancar tanpa gangguan.
Kementerian Pertanian juga mengucurkan anggaran Rp12,5 miliar untuk memperbaiki lahan pertanian sawah yang rusak melalui dana tugas pembantuan pada Satuan Kerja XIII Provinsi Sumbar.
Enam kegiatan yang dilaksanakan meliputi optimalisasi lahan sawah non rawan bencana, rehabilitasi lahan terdampak bencana, perbaikan dam parit, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, dan perbaikan jaringan irigasi tersier.
Optimalisasi lahan dilakukan untuk sawah rusak ringan dengan sedimentasi 10 hingga 30 sentimeter seluas 446 hektare.
Rehabilitasi lahan ditujukan untuk sawah rusak sedang dengan sedimentasi lebih dari 30 hingga 100 sentimeter seluas 198 hektare.
Kegiatan optimasi lahan direncanakan mulai awal Maret, sedangkan rehabilitasi lahan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau pertengahan Maret 2025.
BNPB juga mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk perbaikan 310 unit rumah warga dengan kategori kerusakan ringan dan sedang.
Bantuan tersebut telah disalurkan secara simbolis pada pertengahan Februari 2026 dan dananya langsung masuk ke rekening penerima.
- Penulis :
- Aditya Yohan







