
Pantau - PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, meraih penghargaan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tahun 2025 atas perannya dalam menjaga keandalan distribusi gas bumi nasional.
Penghargaan diserahkan dalam acara Refleksi Akhir Tahun dan Doa untuk Negeri oleh Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, di Jakarta.
Distribusi Gas Bumi dan Infrastruktur Energi Nasional
Direktur Komersial Pertagas, Ryrien Marisa, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi dan komitmen perusahaan dalam menjalankan distribusi gas bumi sebagai salah satu core business mereka.
"Pertagas menjadi tulang punggung nasional dalam menjaga distribusi dan pasokan gas bumi untuk industri domestik, pelaku UMKM, hingga kebutuhan rumah tangga," ungkapnya.
Pertagas dinobatkan sebagai badan usaha pengangkutan gas bumi terbesar dan terbaik kategori besar dengan volume distribusi di atas 10 persen.
Penilaian juga didasarkan pada kontribusi terhadap penerimaan negara di sektor gas bumi.
Hingga November 2025, Pertagas telah menyalurkan lebih dari 536 ribu MMSCF gas bumi dan lebih dari 58 juta barel minyak bumi ke berbagai sektor industri dan publik.
Pertagas mengelola infrastruktur penting seperti pipa gas bumi sepanjang 2.930 kilometer dan pipa minyak bumi sepanjang 605 kilometer, serta sejumlah fasilitas dan aset pendukung lainnya.
Perusahaan juga mengembangkan proyek strategis nasional seperti pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer dan revitalisasi tangki LNG Arun di Lhokseumawe.
"Proyek ini menjadi bagian dari komitmen Pertagas dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional," ujar Ryrien.
Komitmen terhadap Kemanusiaan dan Ketahanan Energi
Selain berperan dalam sektor energi, Pertagas juga mendapat apresiasi atas sinerginya dengan BPH Migas dalam penanggulangan bencana di wilayah Sumatra.
"Selain menjalankan peran bisnis, juga berkomitmen mendukung upaya kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera," tegas Ryrien.
Bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan mencakup lebih dari 8.000 paket bantuan, berisi sembako, makanan siap saji, perlengkapan pengungsi, obat-obatan, dan air bersih.
Bantuan tersebut disalurkan ke titik-titik pengungsian dan wilayah terdampak terparah, bekerja sama dengan anak perusahaan Pertagas dan BPBD setempat.
Wilayah penerima bantuan meliputi Aceh Utara, Kota Langsa, Kota Lhokseumawe (Aceh), Pangkalan Brandan, Medan, Batubara, Langkat (Sumatra Utara), serta Kabupaten Agam dan Kota Padang (Sumatra Barat).
Ryrien menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dukungan kemanusiaan akan terus dilanjutkan.
"Pertagas menegaskan bahwa dukungan kemanusiaan akan terus dijalankan secara berkesinambungan sejalan dengan peran perusahaan dalam menjaga pasokan gas nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan," pungkasnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







