Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Tidak Hanya Bangun Rumah, Prabowo Minta Perbaikan RS, Puskesmas, dan Sekolah Korban Bencana Dipercepat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tidak Hanya Bangun Rumah, Prabowo Minta Perbaikan RS, Puskesmas, dan Sekolah Korban Bencana Dipercepat
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan jajaran direksi dari 15 BUMN, serta petinggi Danantara di kompleks Rumah Hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah tidak hanya fokus membangun rumah pengungsi bencana, tetapi juga mempercepat pemulihan sekolah, puskesmas, dan rumah sakit agar segera berfungsi kembali.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan bencana Sumatera yang digelar di kompleks Rumah Hunian Danantara, Aceh Tamiang.

Rapat terbatas ini merupakan yang kedua dipimpin Prabowo dalam rangka percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

"Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit, supaya bisa berfungsi secepatnya kembali," ujar Prabowo.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, kepala lembaga, pimpinan TNI, serta jajaran direksi dari 15 BUMN yang terlibat dalam pembangunan hunian pengungsi.

Peserta rapat antara lain Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025 dan menewaskan lebih dari 1.000 orang serta merusak puluhan ribu bangunan vital.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa hingga 29 Desember 2025 sebanyak 87 rumah sakit yang sebelumnya lumpuh kini telah kembali melayani pasien.

"Menurut Pak Menkes, ada 87 RS yang terdampak, semuanya lumpuh. Dalam satu bulan ini, semuanya, 87 itu sudah bisa melayani pasien. Ada yang belum sempurna, tetapi yang pasti dari 87 itu, semuanya sudah bisa pasien datang, diobati," ungkap Teddy.

Selain rumah sakit, pemerintah juga telah memulihkan 867 puskesmas yang terdampak bencana.

Saat ini hanya tersisa delapan puskesmas yang belum dapat beroperasi secara normal.

Di sektor pendidikan, pembersihan sekolah dari lumpur dan material banjir terus dilakukan oleh prajurit TNI.

Sejumlah sekolah dilaporkan sudah kembali bersih dan siap digunakan meski kegiatan belajar mengajar belum aktif karena masih masa libur.

"Walaupun musim libur, anak-anak pengungsian main ke sana, sekolah, belajar sedikit," ujar Teddy.

Penulis :
Gerry Eka