Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Hadapi Arus Balik Nataru, ASDP Perkuat Koordinasi dengan BMKG dan Siapkan 34 Kapal di Lintas Ketapang - Gilimanuk

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Hadapi Arus Balik Nataru, ASDP Perkuat Koordinasi dengan BMKG dan Siapkan 34 Kapal di Lintas Ketapang - Gilimanuk
Foto: (Sumber: Kapal feri tiba di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto)

Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) intens berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam menghadapi arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) demi keselamatan pelayaran.

Koordinasi ini dilakukan karena potensi cuaca ekstrem di lintas penyeberangan Jawa-Bali diperkirakan berlangsung hingga awal 2026.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa pemantauan cuaca difokuskan pada rute Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) ke Pelabuhan Gilimanuk (Bali).

"Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026, semua langkah-langkah antisipasi telah kami siapkan, dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa," ungkap Windy.

Imbauan untuk Cermati Cuaca dan Pesan Tiket Lebih Awal

Windy mengimbau pengguna jasa penyeberangan Ketapang–Gilimanuk untuk terus mencermati perkembangan cuaca karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga awal Maret 2026.

"Kami meminta pengguna jasa penyeberangan mencermati informasi cuaca terkini dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, demi keselamatan dan kenyamanan bersama," ujarnya.

Dalam aspek operasional, ASDP mengoptimalkan pola operasi armada dengan mengoperasikan 28 kapal feri dalam kondisi normal.

"Kapasitas ini nantinya akan ditingkatkan hingga 34 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk ketika kondisi sangat padat, guna memastikan layanan tetap berjalan optimal dan terkendali," tambah Windy.

Perencanaan Perjalanan dan Akurasi Data Ditekankan

Windy juga mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memesan tiket sejak jauh hari melalui aplikasi Ferizy.

"Pengisian data diri yang akurat dinilai penting untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan sekaligus memastikan hak pengguna jasa tetap terpenuhi apabila terjadi kondisi tidak terduga," jelasnya.

Penulis :
Gerry Eka