
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) berhasil mengangkut sekitar 12 ton sampah yang dihasilkan selama perayaan malam Tahun Baru 2026.
Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Monang Sinaga, menyatakan bahwa pengangkutan dilakukan dari berbagai titik keramaian warga, terutama area publik yang menjadi pusat perayaan.
"Total volume sampah yang kami kumpulkan sekitar 12 ton dari beberapa titik keramaian saat perayaan malam pergantian tahun," ungkap Monang.
Operasi Siaga dan Sebaran Petugas
Pengangkutan sampah dilakukan mulai malam 31 Desember 2025 hingga pagi 1 Januari 2026, setelah proses penyapuan dan pengumpulan selesai.
Sampah paling banyak berupa kemasan makanan dan minuman sekali pakai yang ditinggalkan pengunjung.
Untuk menangani lonjakan sampah, Sudin LH Jaktim menerapkan operasi siaga kebersihan terpadu dengan mengerahkan 500 petugas kebersihan.
Sebaran petugas meliputi:
100 petugas di Velodrome Rawamangun
100 petugas di TMII, Cipayung
300 petugas lainnya disebar ke delapan kecamatan lainnya
Beberapa titik keramaian yang menjadi fokus penanganan sampah antara lain:
Taman Graha Cijantung
Flyover Pasar Rebo-Ciracas
Kawasan BKT Jatinegara dan Duren Sawit
Flyover Pondok Kopi
Old Shanghai Cakung
Armada dan Imbauan untuk Warga
Selain petugas, berbagai armada pendukung juga dikerahkan seperti truk compactor, road sweeper, mini dump truck, mobil lintas, bus toilet, dan sarana lainnya.
Monang menilai bahwa volume sampah yang mencapai 12 ton mencerminkan tingginya mobilitas warga saat malam pergantian tahun.
"Petugas langsung bergerak setelah kegiatan selesai agar area publik bisa kembali bersih di pagi harinya," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.
"Kami mengimbau warga untuk lebih peduli lingkungan, minimal membuang sampah pada tempatnya atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat menghadiri acara keramaian," lanjutnya.
Sudin LH Jakarta Timur juga berkomitmen untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, melalui kesiapsiagaan armada dan edukasi publik, agar perayaan masyarakat tidak meninggalkan dampak lingkungan berkepanjangan.
- Penulis :
- Gerry Eka








