Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

KLH: Luas Taman Nasional Lorentz Capai 2,4 Juta Hektare, Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KLH: Luas Taman Nasional Lorentz Capai 2,4 Juta Hektare, Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan
Foto: (Sumber: Kepala Balai Taman Nasional Lorentz Manuel Mirino diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/Yudhi Efendi.)

Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Balai Taman Nasional Lorentz mengungkapkan bahwa kawasan Taman Nasional Lorentz mencakup wilayah seluas 2,4 juta hektare, tersebar di 10 kabupaten pada tiga provinsi di Papua.

Kawasan Luas, Pengawasan Perlu Dukungan Masyarakat

Kepala Balai Taman Nasional Lorentz, Manuel Mirino, menyatakan bahwa cakupan taman nasional ini berada di tiga provinsi, yaitu Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Pengawasan kawasan seluas itu, menurut Manuel, tidak mungkin dilakukan oleh pihak balai secara mandiri.

" Kami hanya bertugas menjaga seluruh kekayaan alam yang berada di dalam Kawasan Nasional Lorentz, sementara yang di luar bukan menjadi wewenang kami," ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya dukungan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian taman nasional.

Balai Taman Nasional Lorentz menjalankan tugas pokok dan fungsi terbatas pada wilayah dalam taman nasional, mencakup pengamanan, pemanfaatan, serta pengawasan rutin terhadap sumber daya alam (SDA).

Wisata Minat Khusus dan Pengawasan Berbasis Komunitas

Taman Nasional Lorentz juga menjadi tujuan wisata minat khusus, seperti pendakian ke Puncak Trikora di Kabupaten Jayawijaya, salah satu gunung tertinggi di Papua.

Namun, Manuel menyebut bahwa wisata minat khusus di kawasan tersebut masih belum dapat diatur secara optimal karena berbagai keterbatasan situasi dan kondisi di lapangan.

Dalam aspek pengawasan, Balai Lorentz lebih mengedepankan pendekatan preventif daripada tindakan represif.

Pola pengawasan dilakukan melalui komunikasi aktif, koordinasi dengan masyarakat, dan perlindungan berbasis komunitas lokal.

Tujuan utama pendekatan ini adalah menjaga keberlanjutan perlindungan kawasan melalui partisipasi aktif masyarakat di sekitar taman nasional.

Penulis :
Gerry Eka